SMM Memprediksi Penurunan Sedikit pada Harga Patokan Bijih Lokal Indonesia pada Awal Juli

Telah Terbit: Jun 26, 2025 09:14

[Harga Patokan Bijih Lokal Indonesia]

SMM memperkirakan bahwa HPM bijih lokal Indonesia pada paruh pertama Juli akan mengalami penurunan ringan, dengan perkiraan penurunan sebesar 1,83%. HMA untuk paruh pertama Juli diperkirakan akan menjadi USD 14.943/ton, turun sebesar USD 278/ton.

SMM memperkirakan bahwa HPM patokan untuk bijih lokal Indonesia (MC35%) pada paruh pertama Juni akan sebagai berikut:

- HPM untuk bijih nikel dengan kadar Ni 1,2%: USD 15,15/ton basah, turun USD 0,28/ton basah dibandingkan dengan paruh kedua Juni;

- HPM untuk bijih nikel dengan kadar Ni 1,6%: USD 26,42/ton basah, turun USD 0,49/ton basah dibandingkan dengan paruh kedua Juni;

- HPM untuk bijih nikel dengan kadar Ni 1,7%: USD 29,72/ton basah, turun USD 0,55/ton basah dibandingkan dengan paruh kedua Juni;

- HPM untuk bijih nikel dengan kadar Ni 1,8%: USD 33,22/ton basah, turun USD 0,62/ton basah dibandingkan dengan paruh kedua Juni;

- HPM untuk bijih nikel dengan kadar Ni 2,0%: USD 40,79/ton basah, turun USD 0,76/ton basah dibandingkan dengan paruh kedua Juni.

Secara keseluruhan, harga HPM untuk periode pertama Juli mengalami penurunan ringan, menyentuh level harga 14.000. Meskipun pasokan relatif ketat karena musim hujan, kemajuan persetujuan RKAB yang akan datang dan harga hilir yang lemah telah menekan situasi pasar. SMM memperkirakan bahwa kenaikan premi tidak akan mungkin terjadi, dengan kemungkinan penurunan premi di masa mendatang. Pasar saat ini sedang memantau transaksi yang akan datang.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
[SMM Ringkasan Rapat Pagi Nikel] Probabilitas kenaikan suku bunga The Fed AS pada September naik menjadi 66,9%, kontrak nikel SHFE yang paling aktif diperdagangkan melemah pada perdagangan awal
45 menit yang lalu
[SMM Ringkasan Rapat Pagi Nikel] Probabilitas kenaikan suku bunga The Fed AS pada September naik menjadi 66,9%, kontrak nikel SHFE yang paling aktif diperdagangkan melemah pada perdagangan awal
Baca Selengkapnya
[SMM Ringkasan Rapat Pagi Nikel] Probabilitas kenaikan suku bunga The Fed AS pada September naik menjadi 66,9%, kontrak nikel SHFE yang paling aktif diperdagangkan melemah pada perdagangan awal
[SMM Ringkasan Rapat Pagi Nikel] Probabilitas kenaikan suku bunga The Fed AS pada September naik menjadi 66,9%, kontrak nikel SHFE yang paling aktif diperdagangkan melemah pada perdagangan awal
[9.3 Catatan Rapat Pagi] The Fed AS kembali mendapat suara hawkish, dengan probabilitas kenaikan suku bunga September naik menjadi 66,9%. Gubernur Barr mengatakan ia akan mendukung kenaikan suku bunga jika inflasi gagal mereda lebih lanjut. Dikombinasikan dengan sinyal hawkish Warsh sebelumnya, pasar kini fokus pada CPI Agustus yang akan dirilis pada 11 September—data paling kritis sebelum pertemuan FOMC 15-16 September. Barclays kini memperkirakan The Fed AS akan menaikkan suku bunga masing-masing sekali pada September dan Desember. Kontrak nikel SHFE 2610 yang paling banyak diperdagangkan melemah pada perdagangan awal, menutup sesi pagi di 126.690 yuan/mt, turun 0,84%. Meningkatnya probabilitas kenaikan suku bunga Fed September menjadi 66,9%, aksi jual obligasi global, dan dolar AS yang lebih kuat menciptakan berbagai hambatan. Tingginya persediaan nikel dan permintaan yang lemah tetap tidak berubah. Dalam jangka pendek, kontrak nikel SHFE yang paling banyak diperdagangkan diperkirakan akan diperdagangkan dalam kisaran 125.000-131.000 yuan/mt.
45 menit yang lalu
【SMM Nikel Kilat】Cuaca El Niño Meningkatkan Risiko Produksi di IMIP
17 jam yang lalu
【SMM Nikel Kilat】Cuaca El Niño Meningkatkan Risiko Produksi di IMIP
Baca Selengkapnya
【SMM Nikel Kilat】Cuaca El Niño Meningkatkan Risiko Produksi di IMIP
【SMM Nikel Kilat】Cuaca El Niño Meningkatkan Risiko Produksi di IMIP
Peristiwa El Niño 2026 terus menguat, dengan pemantauan iklim internasional menunjukkan bahwa ini bisa menjadi salah satu peristiwa El Niño terkuat yang pernah tercatat. Indonesia sudah mengalami panas dan kondisi kering yang signifikan, dengan El Niño diperkirakan mencapai puncaknya pada bulan September. Menurut SMM, kekurangan air saat ini di IMIP terutama memengaruhi produksi baja karbon, sementara produksi nikel belum terdampak. Namun, jika cuaca kering dan kekurangan air terus berlanjut, tekanan lebih lanjut pada pasokan air industri dapat meningkatkan risiko pengurangan produksi nikel.
17 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (02 Sep)
18 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (02 Sep)
Baca Selengkapnya
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (02 Sep)
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (02 Sep)
Tabel berikut menunjukkan pergerakan logam besi dan nonbesi di SHFE dan DCE pada 2 September 2026
18 jam yang lalu