Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani, mengumumkan bahwa investasi sektor nikel mencapai lebih dari 62%—setara dengan Rp153,2 triliun—dari total investasi Rp245,2 triliun di sektor mineral antara Januari hingga Desember 2024.
Dalam sektor mineral, rincian investasi meliputi Rp153,2 triliun untuk nikel, Rp68,5 triliun untuk tembaga, Rp21,8 triliun untuk bauksit, dan Rp1,6 triliun untuk timah.
Selain itu, sektor lain yang berkontribusi signifikan terhadap angka investasi nasional adalah industri minyak kelapa sawit/oleokimia (Rp67,1 triliun), industri pulp dan kertas (Rp64,0 triliun), sektor petrokimia (Rp23,1 triliun), dan manufaktur baterai kendaraan listrik (Rp8,4 triliun).
![[SMM Tinjauan Tengah Hari Nikel] Harga nikel rebound signifikan pada 3 September. Data ketenagakerjaan ADP AS Agustus dirilis mengejutkan lemah, sedikit meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga pada September.](https://imgqn.smm.cn/usercenter/qLeLR20251217171733.jpg)

![[SMM Tinjauan Harian Nikel Sulfat] Perdagangan Pasar Spot Lesu pada 3 September, Harga Nikel Sulfat Stabil](https://imgqn.smm.cn/usercenter/Btmsv20251217171733.jpg)
