Sektor Nikel Mendominasi Investasi Mineral pada 2024 dengan 62% Saham

Telah Terbit: Apr 22, 2025 23:02

Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani, mengumumkan bahwa investasi sektor nikel mencapai lebih dari 62%—setara dengan Rp153,2 triliun—dari total investasi Rp245,2 triliun di sektor mineral antara Januari hingga Desember 2024.

Dalam sektor mineral, rincian investasi meliputi Rp153,2 triliun untuk nikel, Rp68,5 triliun untuk tembaga, Rp21,8 triliun untuk bauksit, dan Rp1,6 triliun untuk timah.

Selain itu, sektor lain yang berkontribusi signifikan terhadap angka investasi nasional adalah industri minyak kelapa sawit/oleokimia (Rp67,1 triliun), industri pulp dan kertas (Rp64,0 triliun), sektor petrokimia (Rp23,1 triliun), dan manufaktur baterai kendaraan listrik (Rp8,4 triliun).

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Menteri Investasi dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), - Shanghai Metals Market (SMM)