Pada Oktober 2024, Tiongkok mengimpor 2,314 juta mt konsentrat dan bijih tembaga, turun 4,99% MoM, naik 0,19% YoY. Dari Januari hingga Oktober, total impor bijih dan konsentrat tembaga mencapai 23,3984 juta mt, naik 3,36% YoY.
Berdasarkan negara, volume impor konsentrat tembaga pada Oktober 2024 terus menurun, terutama karena pengurangan dari Chili, Meksiko, dan Indonesia. Pada Oktober 2024, Tiongkok mengimpor 651,100 mt konsentrat tembaga dari Chili, turun 15,71% MoM, turun 14,67% YoY, dengan peningkatan kumulatif YoY sebesar 9,26%. Tiongkok mengimpor 87,500 mt konsentrat tembaga dari Meksiko, turun 46,38% MoM, turun 41,32% YoY, dengan peningkatan kumulatif YoY sebesar 13,07%. Tiongkok mengimpor 52,100 mt konsentrat tembaga dari Indonesia, turun 43,89% MoM, turun 37,08% YoY, dengan penurunan kumulatif YoY sebesar 15,63%.
Perlu dicatat, pada Oktober 2024, Tiongkok mengimpor 642,100 mt konsentrat tembaga dari Peru, naik 33,61% MoM, naik 10,15% YoY, dengan peningkatan kumulatif YoY sebesar 4,35%.
SMM memperkirakan Tiongkok akan mengimpor 7,14 juta mt dalam kandungan logam konsentrat tembaga pada 2024, setara dengan 28,56 juta mt, dengan perkiraan volume impor bulanan rata-rata sebesar 2,5808 juta mt pada November dan Desember 2024. SMM percaya bahwa peleburan Tiongkok sangat mungkin meningkatkan impor konsentrat tembaga dalam dua bulan terakhir karena permintaan penimbunan musim dingin.



