[Impor dan Ekspor Litium Hidroksida Agustus Sama-sama Menurun, Impor Bersih Menyempit]
Menurut data Bea Cukai Tiongkok, pada Agustus 2026, impor litium hidroksida Tiongkok mencapai 5.115,17 ton, turun 38,5% bulan-ke-bulan dari 8.322,16 ton pada Juli; ekspor mencapai 4.789,36 ton, turun 25,4% bulan-ke-bulan dari 6.419,51 ton pada Juli. Litium hidroksida tetap berada dalam posisi impor neto bulan itu, dengan impor neto sekitar 325,81 ton, menyusut tajam dari 1.902,65 ton pada Juli.
Dari sisi impor, Indonesia tetap menjadi sumber utama pada Agustus. Tiongkok mengimpor 2.592,19 ton dari Indonesia, mencakup 50,7% dari total impor, tetapi turun 41,7% bulan-ke-bulan dari 4.444,37 ton pada Juli; dampak kedatangan terkonsentrasi dari kargo yang sebelumnya tertahan telah jelas memudar. Impor dari Korea Selatan sebesar 1.058,42 ton, mencakup 20,7%; impor dari Australia sebesar 524,43 ton; impor dari kawasan pengawasan pabean berikat domestik Tiongkok sebesar 514,12 ton; impor dari Jerman sebesar 420,00 ton, naik 42,4% bulan-ke-bulan, menjadikannya salah satu dari sedikit sumber yang meningkat bulan-ke-bulan pada bulan itu.
Dari sisi ekspor, pada Agustus Tiongkok masih terutama mengekspor litium hidroksida ke Korea Selatan dan Jepang. Ekspor ke Korea Selatan sebesar 3.142,11 ton, mencakup 65,6% dari total ekspor, turun 34,3% bulan-ke-bulan; ekspor ke Jepang sebesar 1.087,45 ton, mencakup 22,7%, turun 16,6% bulan-ke-bulan; ekspor ke Polandia sebesar 360,04 ton, menjadikannya tujuan ekspor utama yang baru muncul pada bulan itu. Tujuan ekspor lainnya meliputi India (59 ton), Singapura (40 ton), Turki (23 ton), dan Belanda (20 ton), dan lain-lain, dengan volume yang relatif kecil.