Key Macroeconomic Indicators for Base Metal Prices (2017-5-25)

Telah Terbit: May 25, 2017 09:42
Market will eye last week’s US initial jobless claims, OPEC’s half-year meeting and minutes of the US Fed’s May policy meeting.

SHANGHAI, May 25 (SMM) – Market will eye last week’s US initial jobless claims, OPEC’s half-year meeting and minutes of the US Fed’s May policy meeting.    

US initial jobless claims for last week are expected to be in a normal range, which will have limited impact on US dollar. 

Minutes of the US Fed’s May policy meeting showed US Fed officials agreed to announce details for plans of scaling back balance sheet in the short term and consider it appropriate to begin reducing balance sheet from this year. US Fed officials understand that it is a cautious and wise approach to wait for more evidence to show economic slowdown is just temporary. This means the US Fed wishes to raise interest rate, but is willing to wait for more economic data. This caused the US dollar index to fall.   

The OEPC will hold its 172th half-year meeting today. Members of the OPEC will discuss matters over extending production cuts during the meeting so as to lift oil prices and stabilize market. It is pointed out that oil prices may rise initially and then fall back since positive impact from the meeting has been priced in.  


See SMM price forecast, please click: SMM Price Outlook for Base Metals on SHFE (May 25, 2017)


 

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Trump Umumkan Investasi US$3 Miliar dalam Proyek Mineral Penting dan Baterai untuk Keamanan Nasional AS
8 Aug 2026 17:05
Trump Umumkan Investasi US$3 Miliar dalam Proyek Mineral Penting dan Baterai untuk Keamanan Nasional AS
Baca Selengkapnya
Trump Umumkan Investasi US$3 Miliar dalam Proyek Mineral Penting dan Baterai untuk Keamanan Nasional AS
Trump Umumkan Investasi US$3 Miliar dalam Proyek Mineral Penting dan Baterai untuk Keamanan Nasional AS
Presiden AS Trump mengumumkan pada hari Jumat bahwa pemerintah AS akan menginvestasikan 3 miliar dolar AS dalam berbagai proyek mineral kritis dan baterai guna meningkatkan kapasitas domestik serta mendukung tujuan keamanan nasional dan kebijakan industri. Dalam pertemuan meja bundar di Departemen Luar Negeri AS, Trump mengatakan kepada lebih dari 200 eksekutif pertambangan, investor, akademisi, dan pejabat pemerintah bahwa AS kurang memberikan perhatian pada sektor pertambangan dalam beberapa tahun terakhir, dan bahwa mineral kritis sangat penting bagi ekonomi dan keamanan nasional AS.
8 Aug 2026 17:05
Ekspor Tembaga Chili Mencapai $5,37 Miliar pada Juli, Surplus Perdagangan di Bawah Ekspektasi
8 Aug 2026 17:04
Ekspor Tembaga Chili Mencapai $5,37 Miliar pada Juli, Surplus Perdagangan di Bawah Ekspektasi
Baca Selengkapnya
Ekspor Tembaga Chili Mencapai $5,37 Miliar pada Juli, Surplus Perdagangan di Bawah Ekspektasi
Ekspor Tembaga Chili Mencapai $5,37 Miliar pada Juli, Surplus Perdagangan di Bawah Ekspektasi
Bank Sentral Chile mengumumkan pada hari Jumat bahwa nilai ekspor tembaga Chile, produsen tembaga terbesar di dunia, mencapai US$5,37 miliar pada bulan Juli, naik 22,7% dari tahun sebelumnya. Bank sentral tersebut mengatakan surplus perdagangan negara itu pada bulan tersebut adalah US$1,99 miliar, di bawah US$2,38 miliar yang diperkirakan oleh para ekonom yang disurvei.
8 Aug 2026 17:04
Indonesia Kembali Mengekspor Mineral Setelah Masalah Deteksi Unsur Tanah Jarang Teratasi
8 Aug 2026 17:03
Indonesia Kembali Mengekspor Mineral Setelah Masalah Deteksi Unsur Tanah Jarang Teratasi
Baca Selengkapnya
Indonesia Kembali Mengekspor Mineral Setelah Masalah Deteksi Unsur Tanah Jarang Teratasi
Indonesia Kembali Mengekspor Mineral Setelah Masalah Deteksi Unsur Tanah Jarang Teratasi
Pada hari Jumat, Kantor Presiden Indonesia menyatakan bahwa ekspor mineral yang sempat terhambat akibat terdeteksinya unsur tanah jarang (UTJ) telah dilanjutkan, dengan kargo aluminium hidroksida dan alumina dimuat dan dikirim dari Provinsi Kalimantan Barat. Kepala Staf Kepresidenan Abdurachman Dudung mengatakan dalam pernyataannya bahwa produk alumina yang diproduksi oleh PT Indonesia Chemical Alumina sebelumnya tertahan karena "perbedaan penafsiran" terhadap kebijakan kandungan unsur tanah jarang dalam ekspor logam.
8 Aug 2026 17:03