Indian jewelry major to invest $700 million in Australian gold mines

Telah Terbit: Apr 7, 2015 09:08
The Bengaluru-based jewelry giant-Rajesh Exports Ltd has announced plans to make major investments in Australian gold assets.

 

Author: Paul Ploumis02 Apr 2015 Last updated at 08:16:22 GMT
NEW DELHI (Scrap Monster): The Bengaluru-based jewelry giant-Rajesh Exports Ltd has announced plans to make major investments in Australian gold assets. The company plans to invest up to $700 million, which will be utilized towards purchasing Australian gold mines and opening gold retail stores in the country.
 
According to Rajesh Mehta, owner of Rajesh Exports Ltd, the company intends to make physical presence in Australia by setting up subsidiary unit in Melbourne. It will acquire stake in country’s gold mines in order to ensure reliable and uninterrupted gold supply chains to cater to its needs. In addition, the company will also start gold retail outlets to serve Australian customers. The gold sourced from the Australian mines will be send to India, where it will be processed into jewelry. This jewelry will be brought back to Australia and sold through retail jewelry stores.
 
Mehta pointed out that the time is ripe for Indian companies to invest in Australia, especially on the backdrop of the proposed free-trade agreement which is expected to gain further momentum in the months to come. Moreover, the fact that several foreign miners have left the country makes valuable gold assets available at reasonable price. Above all, the Australian government has initiated several investor-friendly measures to boost foreign investments in various sectors including gold.
 
The company management refused to name the Australian mines or companies that it was trying to acquire or invest in. However, it clarified that several investment bankers have been already approached by the company to evaluate the best deal in order to fructify long term business relationships with Australia.
 
Rajesh Exports Ltd manufactures gold & diamond jewelry. The company consumes nearly 140 tonnes of gold per year and exports its products worldwide and distributes them within India on wholesale basis. Its products are also retailed through own network of retail jewellery showrooms under the brand 'Shubh Jewellers' spread across India.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
MMG Konfirmasi Operasi Las Bambas Dilanjutkan Mulai 21 Agustus
4 menit yang lalu
MMG Konfirmasi Operasi Las Bambas Dilanjutkan Mulai 21 Agustus
Baca Selengkapnya
MMG Konfirmasi Operasi Las Bambas Dilanjutkan Mulai 21 Agustus
MMG Konfirmasi Operasi Las Bambas Dilanjutkan Mulai 21 Agustus
MMG Limited telah mengonfirmasi bahwa operasi penambangan dan pengolahan di tambang tembaga Las Bambas miliknya di Peru kembali berjalan mulai 21 Agustus, setelah penghentian sementara akibat insiden fatal di tempat kerja pada 18 Agustus. Dalam pengumuman sukarela tertanggal 24 Agustus, MMG menyatakan bahwa tambang dan pabrik pengolahan telah memulai kembali operasinya sejak 21 Agustus. Perusahaan tersebut merujuk kembali pada pengumumannya tanggal 19 Agustus mengenai insiden yang mengakibatkan dua pekerja meninggal dunia. Operasi di Las Bambas dihentikan sementara saat perusahaan menangani insiden tersebut dan investigasi terkait dimulai. MMG menyatakan bahwa pihaknya terus menyampaikan belasungkawa dan dukungan kepada keluarga, teman, dan rekan kerja yang terdampak. Las Bambas merupakan salah satu tambang tembaga terbesar di Peru. Operasi tersebut memproduksi 410.834 metrik ton tembaga dalam konsentrat tembaga pada tahun 2025, naik 27% secara tahunan dan menandai produksi tembaga tahunan tertinggi kedua yang pernah tercatat, menurut MMG. Berdasarkan produksi tembaga tambang global tahunan sekitar 23 juta metrik ton, Las Bambas sendiri menyumbang sekitar 1,8%, atau sekitar 2%, dari total output tembaga tambang dunia. Konfirmasi dimulainya kembali operasi berarti gangguan produksi hanya terbatas pada beberapa hari, mengurangi risiko langsung terjadinya gangguan pasokan yang berkepanjangan dari operasi tersebut. Mengingat skala Las Bambas di pasar tembaga global, penghentian yang berkepanjangan akan berdampak lebih signifikan pada ketersediaan konsentrat tembaga, sementara dimulainya kembali operasi pada 21 Agustus menunjukkan bahwa dampak pasokan jangka pendek harus tetap terbatas.
4 menit yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (25 Agustus)
38 menit yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (25 Agustus)
Baca Selengkapnya
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (25 Agustus)
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (25 Agustus)
Tabel berikut menunjukkan pergerakan logam besi dan non-besi di SHFE dan DCE pada 25 Agustus 2026.
38 menit yang lalu
Harga Tembaga Menguat Stabil di Level Tinggi, Penawaran Perusahaan Pemanfaatan Skrap Terpolarisasi [Ulasan Harian Tembaga Sekunder SMM]
2 jam yang lalu
Harga Tembaga Menguat Stabil di Level Tinggi, Penawaran Perusahaan Pemanfaatan Skrap Terpolarisasi [Ulasan Harian Tembaga Sekunder SMM]
Baca Selengkapnya
Harga Tembaga Menguat Stabil di Level Tinggi, Penawaran Perusahaan Pemanfaatan Skrap Terpolarisasi [Ulasan Harian Tembaga Sekunder SMM]
Harga Tembaga Menguat Stabil di Level Tinggi, Penawaran Perusahaan Pemanfaatan Skrap Terpolarisasi [Ulasan Harian Tembaga Sekunder SMM]
2 jam yang lalu