【SMM Flash News】HMA Nikel Indonesia Naik pada Periode Kedua Mei, Akhirnya Menembus Ambang Batas $18.000
Kementerian ESDM Indonesia secara resmi menerbitkan Harga Mineral Acuan (HMA) untuk periode kedua Mei 2026. Harga acuan nikel ditetapkan sebesar $18.849,30/dmt, menandai kenaikan signifikan sebesar $1.047,16/dmt, atau 5,88%, dibandingkan dengan $17.802,14/dmt pada periode pertama Mei.
Harga acuan tambahan untuk periode kedua Mei meliputi kobalt sebesar $55.854,00/dmt, bijih besi sebesar $1,58/dmt, dan bijih krom sebesar $6,37/dmt.
Berdasarkan model valuasi internal SMM, analisis simulasi dilakukan untuk bijih saprolit (terdiri dari 20% Fe, 1% Cr, dan 0,05% Co) dan bijih limonit (terdiri dari 45% Fe, 2% Cr, dan 0,10% Co).
• Ni 1,2%: USD 49,95/wmt (↑ $2,12)
• Ni 1,3%: USD 54,72/wmt (↑ $2,39)
• Ni 1,4%: USD 60,05/wmt (↑ $2,75)
• Ni 1,5%: USD 65,32/wmt (↑ $3,04)
• Ni 1,6%: USD 70,83/wmt (↑ $3,35)