【SMM Flash News】HMA Nikel Indonesia Naik di Awal Mei, Smelter Telah Beralih ke Sistem Acuan Baru
Setelah revisi formula HPM Indonesia yang kini mencakup Besi, Kobalt, dan Kromium, SMM memperkirakan dampak harga akan bervariasi secara signifikan. Berdasarkan asumsi internal SMM, Saprolit (20% Fe, 1% Cr, 0,05% Co) dan Limonit (45% Fe, 2% Cr, 0,10% Co), dihitung berdasarkan acuan HMA terbaru sebesar $17.802/dmt untuk Nikel, naik 5,13%, $55.854/dmt untuk Kobalt, $1,56/dmt untuk Besi, dan $6,37/dmt untuk Krom. Pemodelan ini menggambarkan dampak kadar produk sampingan terhadap acuan baru. Angka-angka ini bersifat referensi, meskipun valuasi aktual akan bervariasi berdasarkan geografi tambang dan karakteristik bijih.
• Ni 1,2%: USD 47,82/wmt (↑ $1,76)
• Ni 1,3%: USD 52,34/wmt (↑ $1,98)
• Ni 1,4%: USD 57,30/wmt (↑ $2,14)
• Ni 1,5%: USD 62,28/wmt (↑ $2,38)
• Ni 1,6%: USD 67,49/wmt (↑ $2,63)