PT Garuda Yamato Steel (GYS) memperkuat pasokan baja profil dan baja struktural untuk sektor konstruksi dan infrastruktur Indonesia melalui fasilitas produksi terintegrasinya di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Direktur Utama Tony Taniwan mengatakan perusahaan terus mengembangkan produk baja struktural, termasuk baja tahan gempa, yang dijual sebagai H-Beam dan Wide Flange dengan nama "GYS Tahan Gempa Plus" dan terbuat dari baja kelas seismik SN490B. Ia menegaskan bahwa ketahanan gempa sebuah bangunan tidak hanya bergantung pada kualitas material, tetapi juga pada desain struktural, kekuatan sambungan, pengelasan, fabrikasi, dan pengawasan konstruksi.
GYS, yang dibentuk pada 2024 sebagai kolaborasi antara Yamato Kogyo, Siam Yamato Steel, PT Hanwa Indonesia, dan PT Gunung Raja Paksi Tbk, memiliki kapasitas produksi baja 1,2 juta ton per tahun dan kapasitas rolling sekitar 900.000 ton per tahun. Rangkaian produknya meliputi H-Beam, IWF, U Channel, dan Equal Angle. Perusahaan ini juga mengoperasikan Steel Service Center yang menawarkan layanan CNC sawing, CNC drilling, cutting, straightening, dan cut-to-length di luar ukuran standar 6, 9, dan 12 meter. Produksi menggunakan peleburan electric arc furnace (EAF) untuk memasok baja bagi pasar domestik maupun ekspor.
![[SMM Baja] HRC Flat Indonesia di $515/mt FOB karena Permintaan Lemah Membuat Pabrik Memiliki Sedikit Kekuatan Penetapan Harga](https://imgqn.smm.cn/usercenter/fljuJ20251217171715.jpg)
![[voestalpine Resmikan Unit Pembangkit Listrik Baru di Linz untuk Mendukung Produksi EAF Hibrida dan Tungku Tiup Mulai 2027]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/mpffV20251217171715.jpg)
![[SMM Baja] HRC Eropa: Opsi Terbatas Mendorong Kenaikan Harga karena Pabrik Tetap Kokoh dan Menutup Buku Pesanan](https://imgqn.smm.cn/usercenter/tgoYV20251217171715.jpg)
