Pemerintah Zambia telah mengeluarkan Perintah Pemulihan Lingkungan kepada Konkola Copper Mines (KCM) menyusul insiden pencemaran yang memengaruhi Sungai Kafue dan anak-anak sungainya di Distrik Chingola, sementara perusahaan tambang tersebut membantah klaim bahwa operasinya menyebabkan pencemaran tersebut.
Insiden itu terjadi pada 28 September, ketika Badan Pengelolaan Lingkungan Zambia (ZEMA) menerima pemberitahuan dari Tambang Nchanga milik KCM mengenai perubahan warna di Sungai Kafue. Menurut Kementerian Ekonomi Hijau dan Lingkungan, KCM awalnya mengaitkan pembuangan tersebut dengan kegagalan infrastruktur berupa kebocoran pipa di Pabrik Pelindian Tailing dan luapan dari Bendungan Pengendalian Pencemaran.
Inspeksi gabungan yang melibatkan ZEMA, Perusahaan Penyediaan Air dan Sanitasi Mulonga, serta personel KCM kemudian mengonfirmasi adanya pembuangan yang memengaruhi Sungai Chingola, Sungai Mushishima, dan Sungai Kafue. Saat para inspektur tiba, pipa yang bocor telah diperbaiki dan luapan Bendungan Pengendalian Pencemaran telah ditangani.
Hasil laboratorium awal menunjukkan kekeruhan dan konduktivitas yang meningkat di pertemuan Sungai Mushishima dan Sungai Kafue, sementara kadar pH tetap berada dalam batas yang dapat diterima. Pengujian lebih lanjut sedang dilakukan untuk menentukan kadar logam berat dan parameter kualitas air lainnya.
Pemerintah telah mengarahkan KCM untuk menghentikan pembuangan limbah cair dari Pabrik Pelindian Tailing ke lingkungan, membersihkan material tailing yang terlihat dari area yang terdampak, menilai integritas Bendungan Pengendalian Pencemaran dan pipa tailingnya, serta melakukan pembersihan dan remediasi badan air yang terdampak. Perintah Pembiayaan juga telah dikeluarkan yang mewajibkan KCM menanggung biaya analisis laboratorium dan pemantauan terkait, sementara pemantauan kualitas air mingguan diperkirakan akan terus dilakukan.
KCM menolak tuduhan bahwa operasinya bertanggung jawab atas pencemaran tersebut dan menyerukan investigasi berbasis bukti untuk menentukan sumber dan akar penyebabnya. Perusahaan tersebut menyatakan bahwa pihaknya adalah yang pertama mengamati perubahan warna di dekat area Hippo Pool dan melaporkan masalah tersebut kepada ZEMA. KCM juga menyatakan bahwa operasinya tidak mencatat tingkat pencemaran abnormal yang memerlukan pelaporan dan operasi tetap berjalan normal.
Insiden ini menambah sorotan lingkungan dan regulasi bagi KCM pada saat perusahaan tersebut sedang berupaya membangun kembali produksi di seluruh operasi Nchanga dan Konkola. Namun, tidak ada gangguan produksi yang dilaporkan dan KCM menyatakan operasi tetap berjalan normal. Perhatian kini akan tertuju pada hasil laboratorium yang belum keluar, pelaksanaan Perintah Pemulihan Lingkungan, dan apakah langkah regulasi atau operasional lebih lanjut akan menyusul setelah investigasi mengenai sumber dan tingkat pencemaran selesai.



