【SMM Kilasan Nikel】Produksi Bijih Nikel Indonesia Mencapai 173,79 Juta mt per 1 September
Produksi bijih nikel Indonesia mencapai 173,79 juta ton per 1 September 2026, menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Produksi bijih nikel sepanjang tahun 2025 tercatat sebesar 320,37 juta ton.
Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) terkait nikel mencapai Rp21 triliun hingga 31 Agustus, lebih dari dua kali lipat dari Rp10 triliun yang tercatat pada periode yang sama tahun lalu. ESDM menyatakan fokus pemerintah kini bergeser ke arah optimalisasi produksi sejalan dengan permintaan pasar, harga, logistik, dan keberlanjutan cadangan.
Data produksi tersebut memberikan gambaran pasokan bijih fisik aktual seiring Indonesia secara bertahap menerbitkan kuota tambang tambahan untuk 2026. Dengan kapasitas pemrosesan nikel hilir yang membutuhkan bijih jauh lebih banyak, perhatian pasar tetap tertuju pada apakah produksi dan pengiriman dapat mengimbangi permintaan smelter.