15 September Lithium Africa telah menetapkan tren spodumene kedua di Proyek Agboville di Pantai Gading, dengan sampel batuan menghasilkan hingga 1,98% litium oksida (Li2O).
Perusahaan melaporkan 19 sampel pegmatit mengandung spodumene dari tren Kanien, 14 di antaranya di atas 1% Li2O, membentang 2,8 km di sepanjang granit muskovit tergerus di dalam wilayah izin.
Kanien merupakan tren spodumene primer kedua di distrik tersebut, bersama tren Saby, di mana penggalian parit menghasilkan 8 m pada kadar 1,1% Li2O. CEO Thomas Benson mengatakan hasil tersebut menunjukkan distrik litium yang sedang berkembang, bukan sekadar temuan terisolasi.
Kanien terletak searah jurus dengan sampel spodumene hingga 1,36% Li2O di izin yang berdekatan, bersama-sama membentuk koridor pegmatit spodumene sekitar 7 km melintasi batas izin.
Perusahaan menguasai sekitar 485 km² izin yang telah diberikan melalui usaha patungan 50/50, dan telah mengajukan permohonan untuk izin Sikensi seluas 368 km² yang berdekatan. Program pengeboran RC sepanjang 2.000 m di Saby dihentikan sementara selama musim hujan setelah mencapai 1.137 m, dengan hasil ditargetkan pada kuartal IV 2026. Izin Agboville mencakup area seluas 399,27 km², sekitar 85 km di utara Abidjan, menambah target eksplorasi Afrika Barat baru ke dalam jalur pasokan spodumene global.
![[SMM News] Surge Evolution Nevada North Joint Venture Menghasilkan Litium Karbonat Kelas Baterai](https://imgqn.smm.cn/usercenter/WyqWW20251217171729.jpg)
![[SMM News] American Lithium Mencapai Tingkat Pemulihan Lebih Tinggi dari Perkiraan di Pabrik Percontohan Falchani di Peru](https://imgqn.smm.cn/usercenter/wZUBk20251217171729.jpg)
![[SMM News] Blue Whale Materials Mulai Operasikan Lini Pemrosesan Penuh di Fasilitas Bartlesville](https://imgqn.smm.cn/usercenter/mzgdV20251217171729.png)
