Perdagangan spot aluminium primer luar negeri umumnya sepi minggu ini, dengan sedikit perbaikan pada minat beli hilir. Di seluruh Asia, sentimen pasar tetap lemah karena pesanan pengguna akhir masih tipis dan pembeli menunjukkan urgensi terbatas untuk mengamankan material tambahan.
Thailand terus menderita akibat buku pesanan hilir yang lemah, sementara Korea Selatan melihat penjual menjadi semakin fleksibel dalam penetapan harga di tengah pasokan yang nyaman. Di Jepang, aktivitas spot MJP lambat karena pelaku pasar menunggu perkembangan lebih lanjut dalam negosiasi MJP Q4. Pasar DDP Midwest AS juga sebagian besar tidak berubah, dengan sedikit sinyal baru yang muncul selama minggu ini.
I. Tinjauan Premium Spot per Wilayah
Data SMM menunjukkan bahwa premium aluminium primer Asia terus diperdagangkan pada level yang relatif lemah per 18 September. Premium CIF Thailand P1020A rata-rata USD 263/mt, sementara FOB Korea Selatan rata-rata USD 245/mt dan CIF Korea Selatan rata-rata USD 235/mt.
Di Jepang, premium spot CIF MJP rata-rata USD 235/mt, dibandingkan dengan sekitar USD 277/mt untuk material berjamin gudang. Sementara itu, premium DDP Midwest AS berada di 105 sen AS/lb.


Asia Tenggara
Thailand: Kekurangan Pesanan, Harga Penawaran Cenderung Turun
Pasar Thailand berkinerja lemah minggu ini, dengan hambatan utama berasal dari kekurangan pesanan hilir yang terus-menerus. Karena permintaan akhir belum menunjukkan perbaikan yang nyata, pemegang barang semakin bersedia untuk menjual, dan harga penawaran pasar secara keseluruhan cenderung menurun. Pembeli didominasi oleh sentimen menunggu dan melihat dengan keinginan rendah untuk mengambil barang, dan transaksi pasar terutama merupakan pesanan kecil yang didorong oleh permintaan inelastis, yang sulit membentuk dukungan efektif untuk harga.
Akibatnya, perdagangan tetap terfragmentasi dan sebagian besar melibatkan kargo yang lebih kecil. Premium CIF Thailand P1020A rata-rata USD 263/mt per 18 September.
Korea Selatan: Permainan pasokan dan permintaan, harga beroperasi pada level rendah
Pasar Korea Selatan tetap relatif kacau minggu ini. Meskipun ada beberapa aktivitas pengisian stok sporadis di segmen hilir, momentum permintaan secara keseluruhan terbatas, dan pusat harga masih berada pada level yang relatif rendah. Dari perspektif pasokan dan permintaan, tidak ada tanda peningkatan penerimaan hilir terhadap harga saat ini, dan pembeli memiliki pola pikir yang jelas untuk menekan harga; sementara itu, penawaran penjual relatif aktif dengan keinginan kuat untuk menjual, dan kedua belah pihak terus bermain pada level harga, membuat pasar tanpa arah yang jelas.
Per 18 September, premium FOB Korea Selatan P1020A rata-rata USD 245/mt, sementara premium CIF rata-rata USD 235/mt.
Jepang
Spot Aluminium Primer CIF Jepang MJP
Pasar spot MJP Jepang hanya melihat aktivitas terbatas minggu ini, dengan baik permintaan maupun transaksi yang diselesaikan tetap relatif langka.
Permintaan hilir tetap lambat, sementara pelaku pasar menunjukkan preferensi untuk menunggu arah yang lebih jelas dari negosiasi MJP Q4 yang sedang berlangsung sebelum membuat keputusan pengadaan yang lebih besar. Beberapa penawaran masih terdengar di pasar, tetapi minat pembeli tetap terbatas.
Dengan latar belakang ini, premium spot terus melemah daripada stabil. Per 18 September, premium spot CIF Jepang MJP rata-rata USD 235/mt.
Amerika Serikat
Premium Aluminium Primer DDP Midwest AS
Pasar DDP Midwest AS sebagian besar tanpa kejadian minggu ini.
Minat perdagangan tetap tenang, dengan baik pembeli maupun penjual tidak menunjukkan kebutuhan kuat untuk menyesuaikan posisi mereka. Dengan tidak adanya perubahan signifikan dalam ketersediaan pasokan atau konsumsi hilir, pergerakan premium terbatas.
Per 18 September, premium DDP Midwest AS P1020A rata-rata 105 sen AS/lb.
Prospek Pasar
Kondisi jangka pendek di pasar aluminium primer luar negeri kemungkinan akan tetap lemah kecuali aktivitas pesanan hilir mulai pulih.
Thailand masih kekurangan permintaan pengguna akhir yang cukup untuk mendukung pembelian yang lebih kuat, sementara Korea Selatan terus menghadapi tekanan dari material yang tersedia dan persaingan penjual yang agresif.
Di Jepang, pasar kemungkinan akan tetap berhati-hati sementara pelaku menunggu kejelasan lebih besar tentang MJP Q4. Kurangnya urgensi di antara pembeli dapat terus membatasi transaksi spot sementara itu.
Secara keseluruhan, pasar saat ini lebih dibentuk oleh visibilitas pesanan yang lemah dan preferensi pembeli untuk menunda pembelian daripada gangguan pasokan, meninggalkan ruang terbatas untuk rebound yang berarti dalam premium spot dalam jangka pendek.



