Harga rata-rata CIF bijih nikel Indonesia tetap pada level terbaru setelah penurunan baru-baru ini:
· Ni 1,2%: harga rata-rata CIF $27/wmt, tidak berubah
· Ni 1,4%: harga rata-rata CIF $51,8/wmt, tidak berubah
· Ni 1,5%: harga rata-rata CIF $58,5/wmt, tidak berubah
· Ni 1,6%: harga rata-rata CIF $63,4/wmt, tidak berubah
Pasar bijih nikel Indonesia mulai menyesuaikan diri setelah persetujuan RKAB tambahan dirilis secara bertahap. Meskipun pemerintah belum mengungkapkan total kuota tambahan, beberapa persetujuan telah dirilis secara bertahap ke pasar, sehingga memunculkan ekspektasi pasokan tambahan. Harga bijih nikel pun menurun, dan pasar kini memantau bagaimana rilis RKAB lebih lanjut akan memengaruhi harga dan aktivitas transaksi. ESDM saat ini sedang meninjau sekitar 50 permohonan revisi RKAB, sementara Vale Indonesia juga telah meminta tambahan kuota produksi setelah menerima persetujuan awal RKAB 2026.
Sementara itu, formula HPM bijih nikel yang direvisi mulai berlaku pada 15 September, menurunkan faktor koreksi untuk bijih Ni 1,2% dari 26% menjadi 14% dan koefisien kobalt dari 30% menjadi 17%. Revisi ini menurunkan patokan HPM untuk limonit kadar rendah serta mengurangi beban pajak dan royalti terkait. Pasar kini menilai bagaimana HPM yang lebih rendah dan pasokan RKAB tambahan akan tercermin dalam harga transaksi aktual dan volume pasar.
![[SMM Analysis] Hilir Tetap Berhati-hati dalam Pembelian, Piutang Produk Antara Lesu Minggu Ini](https://imgqn.smm.cn/usercenter/CWsEw20251217171732.jpeg)
![[SMM Tinjauan Tengah Hari Nikel] Harga nikel naik tipis pada 18 Sep, BoJ menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin](https://imgqn.smm.cn/usercenter/NHXhQ20251217171733.jpg)

