Pada 28 Agustus, Kementerian Perumahan dan Pembangunan Perkotaan-Pedesaan serta dua departemen lainnya bersama-sama memperkenalkan kebijakan baru, yang mewajibkan peningkatan ambang batas pra-penjualan secara tertib hingga selesainya struktur bangunan utama, pengawasan penuh dana pra-penjualan, serta penetapan "batas baru-lama" untuk penjualan rumah yang sudah ada, menandai transformasi bersejarah dalam sistem penjualan perumahan komersial.
Para pakar industri yang diwawancarai oleh wartawan Securities Times menilai bahwa reformasi ini secara tepat selaras dengan posisi pemerintah pusat untuk pekerjaan properti, yaitu "mengendalikan pertumbuhan, mengurangi stok, dan mengoptimalkan pasokan." Reformasi ini akan membentuk ulang waktu arus kas pengembangan properti. Model perputaran tinggi di masa lalu, yaitu "akuisisi lahan—mulai konstruksi—pra-penjualan—akuisisi lahan kembali," tidak lagi berkelanjutan. Reaksi berantai dalam pasokan, stok, dan lanskap persaingan mulai terjadi sejak titik ini, dan logika operasional properti sedang dibentuk ulang secara sistematis.
![[649 grader terjual pada bulan Agustus]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/VgxkU20251217171719.jpg)
![[Pemerintah Akan Mendanai Pabrik Percontohan DRI Berbasis Hidrogen Pertama di India]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/WXeZd20251217171747.jpg)
![[SMM Kedatangan HRC] Kedatangan meningkat WoW minggu ini](https://imgqn.smm.cn/usercenter/rKOND20251217171716.jpg)
