Menteri Energi Sri Lanka Anura Karunathilaka mengatakan negara itu memiliki stok batu bara yang cukup untuk menjaga pasokan listrik tetap berkelanjutan dan tidak akan memberlakukan pemadaman listrik karena kekurangan batu bara. Sebuah pengiriman yang membawa sekitar 60.000 metrik ton batu bara diperkirakan tiba pada tanggal 4, sebagaimana dinyatakan dalam laporan tersebut, menggantikan kargo yang sebelumnya ditolak karena masalah kualitas selama proses pengadaan darurat.
Sri Lanka juga telah menyelesaikan proses pengadaan batu bara untuk periode 2026/27. Pengiriman pertama berdasarkan pengaturan pengadaan baru diperkirakan tiba di Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara Norochcholai pada 12 September. Karunathilaka mengatakan pembangkit tersebut saat ini memiliki cadangan yang memadai, sementara sebagian batu bara yang dibeli pada periode sebelumnya juga masih tersedia.
![[SMM Analysis] 2026 Cold Rolling Profits: Low Costs but Weak Demand Limits Recovery](https://imgqn.smm.cn/usercenter/rBCZR20251217171716.jpg)
![[Corinth Pipeworks Raih Kontrak Pipa Senilai $200-250 Juta untuk Rovuma LNG]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/LSkpO20251217171720.jpg)
![[Komisi Eropa Membuka Kembali Penyelidikan Anti-Dumping terhadap Kawat dan Untaian PSC Tiongkok untuk Ketiga Kalinya]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/gmcdk20251217171720.jpg)
