Data bea cukai Indonesia terbaru menunjukkan bahwa pada Juli 2026, impor belerang Indonesia naik tajam baik secara tahunan maupun bulanan, ekspor belerang meningkat signifikan secara bulanan, dan tidak ada impor atau ekspor asam sulfat.
Ringkasannya:
- Impor belerang: 725.900 ton, naik 115,5% secara bulanan dan naik 132% secara tahunan. Sumber impor utama adalah UEA, Kanada, Arab Saudi, Qatar, Kuwait, AS, Irak, Kazakhstan, Malaysia, Filipina, Taiwan, Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.
- Ekspor belerang: 278,74448 ton, naik signifikan secara bulanan dan naik signifikan secara tahunan. Tujuan ekspor utama adalah Malaysia, Belanda, dan Hong Kong, Tiongkok.
- Asam sulfat: Indonesia tidak mencatat impor atau ekspor asam sulfat.
I. Impor Belerang: Turun 26% YoY, Naik 21% MoM
Pada bulan Juli, total impor belerang Indonesia (termasuk belerang alam dan belerang olahan) mencapai sekitar 725.900 ton, naik 132% dari 312.900 ton pada periode yang sama tahun lalu dan naik 115,5% dari 336.800 ton pada Juni tahun ini. Tiga pelabuhan impor utama berdasarkan volume adalah sebagai berikut:
- WEDA BAY merupakan pusat impor terbesar, menerima 325.408,5 ton, terutama dari UEA (167.700 ton), Kanada (91.700 ton), Qatar (56.700 ton), Taiwan, Tiongkok (5.152 ton), dan Filipina (4.200 ton).
- MOROWALI menerima 182.875,371 ton, terutama dari UEA (89.200 ton), Kuwait (36.750 ton), Arab Saudi (18.900 ton), Irak (18.000 ton), Kazakhstan (13.000 ton), dan Malaysia (7.000 ton).
- PULAU OBI menerima 145.588,78 ton, terutama dari Arab Saudi (90.000 ton) dan Kanada (55.600 ton).
Berdasarkan negara asal, impor dari pemasok utama adalah sebagai berikut: UEA (256.800 ton), Kanada (180.300 ton), Arab Saudi (110.900 ton), Qatar (56.700 ton), Kuwait (36.750 ton), AS (22.200 ton), Irak (18.000 ton), Kazakhstan (13.000 ton), Malaysia (10.200 ton), dan lain-lain.


II. Ekspor Belerang: Pertumbuhan Signifikan Baik YoY maupun MoM
Total ekspor belerang Indonesia pada bulan Juli sekitar 278,74448 ton, meningkat signifikan dari 0 ton pada periode yang sama tahun lalu dan dari 54,79 ton pada Juni tahun ini. Di antaranya:
- Malaysia merupakan tujuan ekspor terbesar, mencakup sekitar 278,72 ton, atau lebih dari 99% dari total ekspor;
- Sejumlah kecil belerang olahan dikirim ke Belanda (20,4 kg) dan Hong Kong, Tiongkok (4,08 kg).
Selain itu, Indonesia mencatat tidak ada impor atau ekspor asam sulfat pada bulan Juli tahun ini.
III. Ringkasan
Pada bulan Juli, impor belerang Indonesia naik 132% YoY dan 115,5% MoM menjadi 725.900 mt, dengan UEA dan Kanada sebagai dua sumber utama; ekspor belerang meningkat signifikan MoM menjadi 278,74448 mt, terutama ke Malaysia, Belanda, dan Hong Kong, Tiongkok; impor asam sulfat turun menjadi 0 mt bulan ini, sementara ekspor asam sulfat tetap nol selama beberapa bulan berturut-turut.

![[Penyimpanan: 8 produsen baterai penyimpanan energi membukukan laba bersih H1 sebesar RMB 56,1 miliar, semuanya untung]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/olwlF20251217171731.jpg)
![[Auto: Li Auto akan berinvestasi RMB 2,65 miliar di Sunwoda EVB, menjadi pemegang saham terbesar kedua dengan 8,79%]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/wZUBk20251217171729.jpg)
