Rata-rata laba impor bijih besi periode ini sedikit menyempit dari -RMB 1,84/mt menjadi -RMB 2,43/mt, terutama karena tarif angkutan yang lebih tinggi dan fluktuasi nilai tukar.
Hingga akhir pekan lalu, persediaan bijih besi di pelabuhan mencatat penurunan tipis, tetapi permintaan cenderung melemah. Total persediaan bijih besi di 35 pelabuhan utama Tiongkok berada di 143,91 juta mt, turun 1,70 juta mt mingguan, dengan tingkat persediaan keseluruhan mendatar; volume keluar pelabuhan harian rata-rata naik 55.000 mt mingguan menjadi 3,145 juta mt. Beberapa pabrik domestik telah menjadwalkan pemeliharaan peralatan di tengah pasokan kokas yang ketat, melemahkan minat mereka untuk pengadaan bijih besi, dan pertumbuhan produksi logam cair tanur tiup diperkirakan melambat. Selain itu, pabrik baja Indonesia menghadapi kekurangan air industri akibat El Niño, sementara laporan pasar menunjukkan bahwa sebuah pabrik Vietnam telah menghentikan satu tanur tiup setelah kebakaran. Secara keseluruhan, faktor-faktor ini mengindikasikan permintaan bijih besi yang lebih lemah dalam waktu dekat. Oleh karena itu, harga bijih besi kemungkinan akan berada di bawah tekanan, dengan laba impor tetap berada di wilayah rugi tipis.

![[SMM Bijih Besi] Harga spot yang lebih kuat mempersempit kerugian impor, tetapi kenaikan ongkos angkut membayangi](https://imgqn.smm.cn/usercenter/FFFrV20251217171719.jpg)
![[SMM Baja] Pasar Baja Domestik India Tetap Lesu di Tengah Pembelian yang Hati-hati](https://imgqn.smm.cn/usercenter/pztcR20251217171747.jpg)
![[SMM Baja] Pasar Baja Domestik India Sepi karena Libur Janmashtami](https://imgqn.smm.cn/usercenter/gaBsW20251217171749.jpg)
