[SMM Kilasan Energi Baru] BYD Mulai Produksi di Pabrik EV Berkapasitas 150.000 Unit di Subang, Indonesia

Telah Terbit: Sep 6, 2026 18:38
BYD resmi meresmikan fasilitas manufaktur kendaraan energi baru di Subang, Jawa Barat, pada 3 September, menandai peralihan pabrikan otomotif ini dari mengandalkan kendaraan impor penuh menjadi produksi lokal di Indonesia. Pabrik seluas 126 hektare ini memiliki kapasitas produksi tahunan 150.000 kendaraan dan mengintegrasikan proses manufaktur utama berupa stamping, pengelasan, pengecatan, dan perakitan. Fasilitas ini saat ini mempekerjakan lebih dari 5.000 orang, dengan potensi penyerapan tenaga kerja lokal melebihi 20.000 orang saat beroperasi pada kapasitas penuh. BYD menyatakan penjualan kendaraan kumulatif di Indonesia mendekati 100.000 unit, sementara perusahaan menargetkan penjualan 200.000 unit tahun depan.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
[SMM Kilas Energi Baru] Indonesia Siapkan Ekosistem Daur Ulang Baterai EV Jelang Puncak Limbah yang Diperkirakan Sekitar 2040
7 jam yang lalu
[SMM Kilas Energi Baru] Indonesia Siapkan Ekosistem Daur Ulang Baterai EV Jelang Puncak Limbah yang Diperkirakan Sekitar 2040
Baca Selengkapnya
[SMM Kilas Energi Baru] Indonesia Siapkan Ekosistem Daur Ulang Baterai EV Jelang Puncak Limbah yang Diperkirakan Sekitar 2040
[SMM Kilas Energi Baru] Indonesia Siapkan Ekosistem Daur Ulang Baterai EV Jelang Puncak Limbah yang Diperkirakan Sekitar 2040
Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia sedang mengembangkan ekosistem pengelolaan baterai kendaraan listrik bekas secara nasional, dengan limbah baterai diperkirakan mencapai puncaknya sekitar tahun 2040 seiring meluasnya adopsi kendaraan listrik. KLH memperkirakan baterai kendaraan listrik memiliki masa pakai rata-rata sekitar 5–8 tahun dan menargetkan finalisasi kerangka regulasi pada 2026, dengan ekosistem pengelolaan yang lebih luas ditargetkan terbentuk pada 2027. Berdasarkan sistem pengembalian yang diusulkan, dealer resmi dan bengkel perbaikan akan berfungsi sebagai titik pengumpulan awal sebelum baterai bekas diserahkan kepada pengumpul berlisensi dan fasilitas daur ulang. Baterai yang masih memiliki kapasitas memadai dapat diarahkan untuk aplikasi masa pakai kedua, sementara material yang tidak dapat digunakan akan didaur ulang atau akhirnya dibuang. Pemerintah juga sedang mengkaji ambang batas kapasitas dan standar keselamatan untuk penggunaan ulang baterai serta berkoordinasi dengan industri mengenai potensi insentif bagi konsumen yang mengembalikan baterai bekas, meletakkan dasar bagi rantai pasok baterai kendaraan listrik domestik yang lebih sirkular.
7 jam yang lalu
[SMM Kilas Aluminium] Indonesia dan Rusia Tingkatkan Kerja Sama Pupuk dan Pengolahan Aluminium
7 jam yang lalu
[SMM Kilas Aluminium] Indonesia dan Rusia Tingkatkan Kerja Sama Pupuk dan Pengolahan Aluminium
Baca Selengkapnya
[SMM Kilas Aluminium] Indonesia dan Rusia Tingkatkan Kerja Sama Pupuk dan Pengolahan Aluminium
[SMM Kilas Aluminium] Indonesia dan Rusia Tingkatkan Kerja Sama Pupuk dan Pengolahan Aluminium
Indonesia dan Rusia tengah memajukan kerja sama industri di bidang produksi pupuk dan pengolahan aluminium, kata Presiden Prabowo Subianto dalam Forum Ekonomi Timur di Vladivostok pada 3 September. Sebuah perusahaan pupuk Indonesia telah menandatangani nota kesepahaman dengan grup besar Rusia untuk berinvestasi bersama dalam proyek produksi pupuk menggunakan gas alam Rusia di Timur Jauh Rusia; para pejabat Indonesia kemudian mengidentifikasi BUMN Pupuk Indonesia sedang menjajaki proyek urea di Vladivostok.
7 jam yang lalu
Lonjakan data tenaga kerja nonpertanian memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga; logam menunjukkan kinerja beragam, seng LME naik lebih dari 1%, minyak mentah mencatat kenaikan mingguan lebih dari 8% [Pasar Semalam]
5 Sep 2026 20:47
Lonjakan data tenaga kerja nonpertanian memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga; logam menunjukkan kinerja beragam, seng LME naik lebih dari 1%, minyak mentah mencatat kenaikan mingguan lebih dari 8% [Pasar Semalam]
Baca Selengkapnya
Lonjakan data tenaga kerja nonpertanian memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga; logam menunjukkan kinerja beragam, seng LME naik lebih dari 1%, minyak mentah mencatat kenaikan mingguan lebih dari 8% [Pasar Semalam]
Lonjakan data tenaga kerja nonpertanian memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga; logam menunjukkan kinerja beragam, seng LME naik lebih dari 1%, minyak mentah mencatat kenaikan mingguan lebih dari 8% [Pasar Semalam]
5 Sep 2026 20:47
BYD resmi meresmikan fasilitas manufaktur kendaraan energi baru di Sub - Shanghai Metals Market (SMM)