Sistem fotovoltaik surya dan penyimpanan energi baterai milik CrossBoundary Energy yang melayani kompleks tembaga Kamoa-Kakula di Republik Demokratik Kongo telah mencapai operasi komersial dan kini memasok 30 MW daya beban dasar yang andal kepada Kamoa Copper. Fasilitas ini memasuki operasi komersial pada 12 Agustus 2026, sekitar 16 bulan setelah perjanjian pembelian listrik ditandatangani pada April 2025. Sistem ini menggabungkan kapasitas PV surya 233 MWp dengan penyimpanan baterai 123 MVA/526 MWh dan dirancang untuk menyediakan daya berkelanjutan dengan faktor ketersediaan tahunan 95%.
Selama operasi awal, pembangkit surya tersebut telah menghasilkan lebih dari 150 MW, dengan sekitar 50 MW dipasok langsung ke jaringan tambang dan sisanya digunakan untuk mengisi sistem baterai, menurut data CrossBoundary yang dikutip oleh Energy-Storage.news. Keluaran surya maksimum yang diperkirakan dari fasilitas ini sekitar 180 MW, sementara sistem baterai memungkinkan pembangkitan energi terbarukan disimpan dan disalurkan di luar jam siang hari, mendukung jaminan pasokan 30 MW selama 24 jam.
Fasilitas baru ini menambah sumber listrik andal lainnya bagi Kamoa-Kakula, yang kepemilikannya terutama dipegang oleh Ivanhoe Mines, Zijin Mining, dan pemerintah RDK. Operasi ini sudah mengandalkan tenaga air yang dipasok melalui kerja sama dengan utilitas negara SNEL, sementara kombinasi surya dan penyimpanan ditujukan untuk mengurangi ketergantungan pada pembangkit diesel dan memperkuat ketahanan pasokan listrik tambang.
Dimulainya operasi komersial ini merupakan tonggak infrastruktur penting bagi Kamoa-Kakula, di mana keandalan listrik tetap krusial bagi stabilitas penambangan dan pengolahan. Meski kontribusi daya andal 30 MW tergolong kecil dibandingkan kebutuhan listrik total kompleks tersebut, kombinasi pembangkitan surya skala besar dan penyimpanan baterai memberikan lapisan tambahan keamanan pasokan serta dapat mengurangi paparan terhadap biaya diesel dan gangguan terkait jaringan listrik



