Pasokan konsentrat tembaga yang ketat mengubah pengadaan bahan baku di seluruh industri tembaga. Tembaga daur ulang tidak lagi sekadar pengganti tembaga primer, tetapi semakin penting bagi smelter dan pabrikan tembaga yang ingin mengamankan bahan baku.
Per 21 Agustus, Indeks Konsentrat Tembaga Impor SMM telah turun menjadi -$182,14/dmt, turun $6,77/dmt WoW. TC spot yang sangat negatif terus menekan margin peleburan, mendorong perusahaan untuk meningkatkan penggunaan bahan baku daur ulang.
Bagaimana Kelangkaan di Sisi Tambang Mempengaruhi Skrap Tembaga?
Bagi smelter, bahan daur ulang dapat melengkapi pasokan konsentrat dan mengurangi ketergantungan pada TC konsentrat. Bahan kompleks yang mengandung tembaga juga dapat memberikan keuntungan tambahan dari emas, perak, dan logam lain yang dapat dipulihkan. Sementara itu, skrap bermutu tinggi seperti Millberry dapat mengurangi ketergantungan pabrikan tembaga pada katoda tembaga.
Meningkatnya permintaan telah mempercepat penurunan persediaan skrap tembaga, sementara produksi skrap baru tidak mampu mengimbanginya. Akibatnya, tingkat pembayaran tetap tinggi dan persediaan yang menurun terus mendukung harga skrap.
Mengapa China Membeli Lebih Banyak Skrap Impor?
Menurut survei pasar SMM, persediaan skrap tembaga yang dapat diperdagangkan di perusahaan-perusahaan China tetap rendah. Stok yang ada terutama terdiri dari skrap tembaga No. 1 dan No. 2, sementara Millberry relatif langka.
Sementara itu, beberapa material tidak termasuk pajak atau kargo dengan faktur tidak lengkap terus terakumulasi di luar saluran sirkulasi reguler. Oleh karena itu, persediaan fisik tidak sepenuhnya mewakili pasokan efektif yang tersedia bagi perusahaan yang patuh.

Skrap tembaga impor umumnya memiliki dokumentasi bea cukai, pajak, dan faktur yang lengkap, sehingga lebih mudah dibeli oleh perusahaan yang patuh. Meningkatnya permintaan impor China oleh karena itu mencerminkan baik pasokan yang ketat maupun persyaratan kepatuhan yang semakin ketat.
Data SMM juga menunjukkan bahwa persediaan skrap tembaga di Jepang dan Korea Selatan tetap rendah, memperkuat keinginan pemasok untuk bertahan dan mendukung tingkat pembayaran skrap bermutu tinggi.

Prospek
Selama TC konsentrat tembaga tetap rendah dan pasokan skrap berfaktur PPN di China tetap ketat, pembeli China diperkirakan akan tetap bergantung pada impor, yang mendukung tingkat pembayaran skrap tembaga global.
Namun, harga tembaga yang tinggi, permintaan hilir yang lemah, dan margin pengolahan yang tertekan akan membatasi penawaran, terutama untuk material bermutu rendah. Variabel kunci lainnya adalah skrap tidak termasuk pajak yang terakumulasi di China. Jika kebijakan pajak yang lebih jelas memungkinkan material ini masuk kembali ke sirkulasi yang patuh, pasokan domestik dapat meningkat dan memberi tekanan pada harga skrap China dan global.
SMM meyakini harga skrap yang tinggi didukung oleh kelangkaan konsentrat, persediaan global yang rendah, produksi skrap yang lambat, dan kekurangan material yang patuh di China. Faktor-faktor ini diperkirakan akan menjaga persediaan global tetap rendah dan tingkat pembayaran tetap tinggi.


