Peru Menargetkan Investasi Pertambangan Setidaknya US$33 Miliar saat Pemerintah Bergerak Mempercepat Persetujuan Proyek
Pemerintah baru Peru menargetkan setidaknya US$33 miliar investasi pertambangan dalam lima tahun ke depan, sambil mempercepat persetujuan proyek eksplorasi dan ekstraksi dalam upaya mengubah sumber daya mineral yang luas dan proyek yang ada menjadi produksi baru.
Perdana Menteri Luis Galarreta mengatakan kepada Kongres bahwa pemerintahan Presiden Keiko Fujimori, yang mulai menjabat pada Juli, berencana untuk mengotorisasi 240 proyek eksplorasi dan ekstraksi tahun ini. Perusahaan swasta diharapkan menyediakan investasi, sementara pemerintah bermaksud fokus pada kepastian hukum, perizinan yang lebih dapat diprediksi, dan pengambilan keputusan yang lebih cepat. Para pejabat akan berupaya mengurangi penundaan dan tumpang tindih prosedur tanpa melemahkan persyaratan lingkungan atau sosial.
Dorongan ini sangat signifikan bagi pasar tembaga. Peru memproduksi 2,77 juta ton tembaga pada tahun 2025, naik 1,2% dibandingkan tahun sebelumnya, menurut Kementerian Energi dan Pertambangan, menandai produksi tembaga tahunan tertinggi yang pernah tercatat di negara tersebut. Peru tetap menjadi salah satu negara penghasil tembaga terbesar di dunia, yang berarti perbaikan dalam pelaksanaan proyek dapat berdampak signifikan terhadap pasokan tambang global jangka panjang.
Target investasi ini juga terjadi di tengah banyaknya proyek yang sudah ada. Portofolio Proyek Investasi Pertambangan MINEM 2026 terdiri dari 66 proyek dengan total estimasi investasi sebesar US$64,08 miliar, sementara delapan proyek pertambangan senilai sekitar US$7,62 miliar telah diidentifikasi untuk memulai pelaksanaan pada tahun 2026.
Oleh karena itu, untuk pasar tembaga, masalah utamanya bukanlah potensi geologis Peru, melainkan kecepatan proyek dalam melewati perizinan, pembiayaan, dan konstruksi. Rencana pemerintah Fujimori untuk mengotorisasi ratusan proyek dan mengurangi hambatan birokrasi dapat membantu membuka sebagian dari jaringan besar proyek tembaga Peru, meskipun dampak produksi akhirnya akan tergantung pada proyek mana yang benar-benar berlanjut ke tahap konstruksi dan operasi.