[Analisis SMM] Kontrak jangka panjang tetap dominan di pasar, harga garam nikel turun minggu ini

Telah Terbit: Aug 20, 2026 12:39
Per Kamis minggu ini, harga rata-rata nikel sulfat kelas baterai SMM menurun.

Dari sisi permintaan, pasar secara keseluruhan biasa saja di pertengahan bulan. Beberapa perusahaan hilir terutama mengambil barang berdasarkan kontrak jangka panjang, atau masih memiliki persediaan bahan baku tertentu, dan memiliki sentimen lemah untuk penimbunan pesanan spot, dengan penerimaan harga nikel sulfat yang rendah. Dari sisi pasokan, beberapa perusahaan hulu memiliki tingkat persediaan yang tinggi dan berencana menurunkan tingkat operasi, mencari pengiriman dan pengurangan stok. Ke depannya, pasar diperkirakan akan terus mengurangi stok bulan ini, dan harga diperkirakan akan tetap tertekan menjelang akhir bulan.

Dari sisi persediaan, indeks persediaan smelter garam nikel hulu tetap di 8,1 hari minggu ini, sementara indeks persediaan perusahaan prekursor hilir menurun dari 10,7 hari menjadi 10 hari, dan indeks persediaan perusahaan terintegrasi menurun dari 9,9 hari menjadi 9,7 hari. Dari sisi kekuatan jual beli, Faktor Sentimen Keinginan Menjual smelter garam nikel hulu tetap di 2 minggu ini, Faktor Sentimen Keinginan Membeli perusahaan prekursor hilir tetap di 2,3, dan faktor sentimen perusahaan terintegrasi tetap di 2,3. (Data historis dapat ditanyakan dengan masuk ke database.)

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
[SMM Nickel Midday Review] Pada 20 Agustus, nikel SHFE kembali ke level 130.000 yuan/mt, dan Departemen Keuangan AS mengumumkan perluasan skala pembelian kembali obligasi Treasury jangka panjang nominal AS.
1 jam yang lalu
[SMM Nickel Midday Review] Pada 20 Agustus, nikel SHFE kembali ke level 130.000 yuan/mt, dan Departemen Keuangan AS mengumumkan perluasan skala pembelian kembali obligasi Treasury jangka panjang nominal AS.
Baca Selengkapnya
[SMM Nickel Midday Review] Pada 20 Agustus, nikel SHFE kembali ke level 130.000 yuan/mt, dan Departemen Keuangan AS mengumumkan perluasan skala pembelian kembali obligasi Treasury jangka panjang nominal AS.
[SMM Nickel Midday Review] Pada 20 Agustus, nikel SHFE kembali ke level 130.000 yuan/mt, dan Departemen Keuangan AS mengumumkan perluasan skala pembelian kembali obligasi Treasury jangka panjang nominal AS.
1 jam yang lalu
[Ulasan Harian SMM Nikel Sulfat] 20 Agustus: Perdagangan di Pasar Pesanan Spot Lesu, Harga Nikel Sulfat Tetap Stabil
1 jam yang lalu
[Ulasan Harian SMM Nikel Sulfat] 20 Agustus: Perdagangan di Pasar Pesanan Spot Lesu, Harga Nikel Sulfat Tetap Stabil
Baca Selengkapnya
[Ulasan Harian SMM Nikel Sulfat] 20 Agustus: Perdagangan di Pasar Pesanan Spot Lesu, Harga Nikel Sulfat Tetap Stabil
[Ulasan Harian SMM Nikel Sulfat] 20 Agustus: Perdagangan di Pasar Pesanan Spot Lesu, Harga Nikel Sulfat Tetap Stabil
Pada tanggal 20 Agustus, harga rata-rata SMM untuk nikel sulfat kelas baterai tetap stabil.
1 jam yang lalu
[SMM Nickel Flash News] ESDM Mulai Menyetujui RKAB Nikel dan Batu Bara, Persetujuan Awal Mencakup Puluhan Perusahaan
2 jam yang lalu
[SMM Nickel Flash News] ESDM Mulai Menyetujui RKAB Nikel dan Batu Bara, Persetujuan Awal Mencakup Puluhan Perusahaan
Baca Selengkapnya
[SMM Nickel Flash News] ESDM Mulai Menyetujui RKAB Nikel dan Batu Bara, Persetujuan Awal Mencakup Puluhan Perusahaan
[SMM Nickel Flash News] ESDM Mulai Menyetujui RKAB Nikel dan Batu Bara, Persetujuan Awal Mencakup Puluhan Perusahaan
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia mulai menyetujui pengajuan revisi RKAB 2026 untuk nikel dan batu bara, dengan persetujuan dilaporkan mencapai puluhan perusahaan. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara ESDM Tri Winarno mengatakan, sejumlah perusahaan tambang nikel yang sebelumnya menghentikan operasi akibat kendala RKAB kini diizinkan kembali berproduksi. Kuota tambahan bijih nikel yang disetujui belum diungkapkan, sehingga dampak nyata terhadap pasokan bijih nikel Indonesia masih belum jelas. ESDM sebelumnya mengindikasikan bahwa revisi RKAB akan dilakukan secara selektif, terutama untuk mengatasi kekurangan bijih di smelter, bukan merupakan peningkatan kuota tambang secara luas.
2 jam yang lalu
Daftar untuk Lanjut Membaca
Dapatkan akses ke wawasan terkini tentang logam dan energi baru
Sudah memiliki akun?masuk di sini