Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia secara resmi merilis Harga Mineral Acuan (HMA) untuk paruh kedua Agustus 2026. HMA periode ini adalah sebagai berikut: harga nikel sebesar US$16.960/ton, naik dari US$16.646/ton pada paruh pertama Agustus 2026, meningkat US$314,00/ton atau 1,89%. Sementara itu, harga acuan mineral lainnya adalah: kobalt sebesar US$55.869,00/ton, bijih besi sebesar US$1,41/ton, dan bijih kromit sebesar US$6,37/ton.
Menurut model perhitungan internal SMM, berdasarkan simulasi untuk bijih pirometalurgi (20% Fe, 1% Cr, 0,05% Co) dan bijih hidrometalurgi (45% Fe, 2% Cr, 0,10% Co), Harga Patokan Mineral (HPM) bijih nikel untuk berbagai kadar berubah sebagai berikut:
- Ni 1,2%: US$46,12/wmt (naik US$0,64)
- Ni 1,3%: US$50,42/wmt (naik US$0,72)
- Ni 1,4%: US$54,57/wmt (naik US$0,68)
- Ni 1,5%: US$59,31/wmt (naik US$0,77)
- Ni 1,6%: US$64,28/wmt (naik US$0,86)

![[SMM Kilat Nikel] Vale: Konstruksi Mekanis Smelter Nikel HPAL Pomalaa Telah Selesai](https://imgqn.smm.cn/usercenter/yUOUz20251217171732.jpg)

