Hindustan Copper milik negara berencana menjual konsentrat tembaga dari tambang yang sedang diakuisisinya dari Codelco, Chile, kepada Hindalco dan Adani untuk memenuhi permintaan domestik yang terus meningkat atas logam merah tersebut, lapor Reuters, mengutip dua sumber yang mengetahui perkembangan itu.
Hindustan Copper sedang berdiskusi dengan Codelco untuk membentuk usaha patungan penambangan tembaga, kata tiga sumber kepada Reuters dengan syarat anonim.
Hindustan Copper, Coal India, dan NTPC Mining membahas upaya mengamankan empat blok tambang tembaga dari Codelco, sebagaimana disampaikan sekretaris pertambangan India pada April.
Tahun lalu, Hindustan Copper menandatangani perjanjian awal dengan Codelco untuk menjajaki peluang yang saling menguntungkan dalam eksplorasi dan penambangan. Pada Mei, perusahaan menandatangani perjanjian kerahasiaan dengan Codelco dan menunjuk penasihat transaksi.
India, importir tembaga rafinasi terbesar kedua di dunia, mungkin harus mengimpor 91% hingga 97% konsentrat tembaganya pada 2047, kata pemerintah.
Hindalco, perusahaan milik Aditya Birla Group, merupakan salah satu produsen alumina dan tembaga terbesar di India.
Konglomerat Adani mengoperasikan Kutch Copper, smelter senilai US$1,2 miliar di negara bagian Gujarat, India barat, yang menurutnya merupakan pabrik satu lokasi terbesar di dunia untuk jenisnya.
Sumber mengatakan kepada Reuters bahwa Hindustan Copper tengah melakukan uji tuntas dan terbuka terhadap mitra untuk usaha patungan tersebut, seperti Coal India dan NTPC Mining. Tim teknis dari Hindustan Copper serta para eksekutif dari NTPC Mining dan Coal India mengunjungi Chile.
India berencana memasukkan bab tentang tembaga dalam pembicaraan pakta perdagangan bebas dengan Chile untuk mengamankan jumlah tetap konsentrat tembaga, kata pemerintah tahun lalu.
India diperkirakan memproduksi 573.000 ton metrik tembaga rafinasi per tahun, tetapi permintaannya jauh lebih besar, sekitar 1,8 juta ton metrik.



