Pada 6 Agustus, SMM memublikasikan berita pasar berdasarkan informasi eksklusif bahwa sebuah tambang nikel besar diperkirakan akan menerima tambahan kuota RKAB sekitar 25 juta wmt.
Setelah berita pasar SMM tersebut, harga nikel bereaksi cepat dan berbalik dari kenaikan intrahari menjadi turun. Berita ini melemahkan ekspektasi pasar sebelumnya bahwa kebijakan kuota bijih nikel Indonesia akan tetap sangat ketat, sehingga menekan sentimen jangka pendek harga nikel. Dalam waktu dekat, harga nikel mungkin tetap berada di bawah tekanan, sementara pasar akan terus memantau apakah perusahaan tambang lain menerima persetujuan RKAB tambahan serta skala pelepasan kuota tambahan apa pun.
Pada 7 Agustus, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia membantah bahwa tambahan kuota produksi 25 juta wmt telah disetujui. Namun, SMM menilai klarifikasi terbaru dari ESDM tidak serta-merta berarti revisi RKAB tidak akan terjadi. Dalam proses persetujuan RKAB di Indonesia, pelaku pasar terkadang dapat melihat tanda awal atau notifikasi sistem terkait kuota sebelum dokumen persetujuan resmi final diterbitkan secara formal. Karena itu, dapat terjadi jeda waktu antara peredaran informasi di pasar, indikasi di tingkat sistem, progres peninjauan internal, dan penerbitan dokumen persetujuan resmi final. Dalam konteks ini, bantahan ESDM kemungkinan terutama mencerminkan bahwa persetujuan resmi final belum diterbitkan atau belum dikonfirmasi secara publik pada saat pernyataan tersebut disampaikan.
Berdasarkan pemahaman pasar SMM, ekspektasi kenaikan kuota untuk tambang nikel besar tersebut sudah luas dibahas di kalangan penambang, pedagang, dan smelter sejak pekan pertama Agustus. Ini menunjukkan bahwa pasar sudah mencermati kemungkinan revisi RKAB lebih lanjut. Namun, hasil akhirnya tetap bergantung pada proses persetujuan pemerintah dan dokumentasi resmi.
Secara lebih luas, revisi RKAB tetap menjadi variabel kunci bagi pasar bijih nikel Indonesia pada semester II 2026. Setiap tambahan volume RKAB tidak seharusnya ditafsirkan sebagai pelonggaran menyeluruh atas kebijakan pasokan bijih nikel Indonesia. Sebaliknya, hal itu lebih mungkin dinilai per kasus, bergantung pada permintaan hilir, kebutuhan bahan baku smelter, kepatuhan tambang, kemampuan produksi, serta niat pemerintah untuk menjaga keseimbangan pasokan-permintaan.
Penilaian ini juga sejalan dengan pernyataan terbaru Bahlil Lahadalia. Bahlil sebelumnya menyebut bahwa pelonggaran RKAB akan memprioritaskan perusahaan dengan kontribusi royalti yang lebih tinggi. Ia juga mengindikasikan bahwa penyesuaian kuota produksi melalui revisi RKAB akan dilakukan secara terukur, sementara pemerintah akan menghindari pengungkapan langsung besaran kuota revisi yang tepat untuk mencegah volatilitas harga komoditas yang tidak perlu. Hal ini semakin mendukung pandangan SMM bahwa revisi RKAB tetap mungkin terjadi, tetapi proses persetujuannya kemungkinan selektif dan didorong kebijakan, bukan pelonggaran kuota secara menyeluruh.
Dari perspektif SMM, ada dua skenario yang mungkin ke depan. Pertama, revisi RKAB dapat disetujui dengan volume yang cukup untuk menutup kebutuhan bahan baku smelter terkait, yang akan membantu meredakan keketatan bijih lokal dan meningkatkan keamanan pasokan bahan baku bagi operasi hilir. Kedua, persetujuan masih dapat tertunda, disesuaikan, atau diterbitkan dengan volume lebih rendah daripada ekspektasi pasar, bergantung pada tinjauan akhir pemerintah.
Karena itu, SMM menilai pasar perlu terus memantau pembaruan lebih lanjut terkait revisi RKAB. Mengingat bahwa kabar ini sudah luas didengar oleh penambang, pedagang, dan smelter, serta kebutuhan untuk mengamankan bahan baku smelter tetap nyata, probabilitas revisi RKAB lebih lanjut masih relatif tinggi. Namun, waktu dan volume final yang disetujui tetap bergantung pada kecepatan persetujuan resmi ESDM dan dokumentasi final. Hingga dokumen persetujuan resmi diterbitkan, pasar sebaiknya memperlakukan angka 25 juta wmt sebagai ekspektasi revisi potensial, bukan kuota final yang telah dikonfirmasi.

![[SMM Kilat Nikel] Vale: Konstruksi Mekanis Smelter Nikel HPAL Pomalaa Telah Selesai](https://imgqn.smm.cn/usercenter/yUOUz20251217171732.jpg)

