
Pasar Skrap Aluminium Asia Tenggara Bergerak dalam Rentang Terbatas
Pasar skrap aluminium Asia Tenggara mengalami pergerakan harga yang terbatas minggu ini. Di Malaysia, Tense tetap tidak berubah di USD 2.750/ton, sementara Talon turun dari MYR 13.950/ton menjadi MYR 13.500/ton (sekitar USD 3.300/ton). UBC sedikit melemah dari MYR 10.175/ton menjadi MYR 10.050/ton (sekitar USD 2.457/ton).
Di Thailand, Talon sedikit meningkat menjadi THB 109.800/ton (sekitar USD 3.268/ton), sementara UBC tetap tidak berubah di THB 84.000/ton (sekitar USD 2.500/ton).
Pelaku pasar melaporkan bahwa aktivitas pembelian tetap didorong oleh permintaan, dengan konsumen hilir mempertahankan strategi pengadaan yang hati-hati. Grade premium seperti UBC terus mengungguli kategori skrap lainnya karena ketersediaan yang relatif ketat, sementara perdagangan skrap cor campuran dan skrap kabel tetap lesu.
Penawaran FOB ADC12 Sedikit Naik Meskipun Permintaan Lemah
Pasar ADC12 Asia Tenggara tetap stabil secara umum.
Harga domestik ADC12 Malaysia bertahan di MYR 12,55/kg (sekitar USD 3.068/ton), sementara penawaran FOB meningkat dari USD 3.090/ton menjadi USD 3.110/ton. Di Thailand, harga domestik sedikit melemah dari THB 103/kg menjadi THB 102,5/kg (sekitar USD 3.051/ton), sementara penawaran FOB pulih dari USD 3.065/ton menjadi USD 3.090/ton.
Produsen melaporkan adanya kenaikan tipis dalam permintaan dibandingkan minggu sebelumnya, namun transaksi aktual tetap terbatas karena pembeli hilir terus membeli hanya sesuai kebutuhan produksi. Didukung oleh biaya skrap yang relatif kuat, beberapa produsen sedikit menaikkan penawaran ekspor, meskipun aktivitas perdagangan secara keseluruhan tetap lesu.
Di India, ADC12 grade OEM terus diperdagangkan di INR 325–345/kg, sementara material non-OEM tetap di INR 320–340/kg. ADC12 Malaysia terus mempertahankan keunggulan harga dibandingkan material produksi lokal, meskipun aktivitas pembelian India melambat dibandingkan minggu sebelumnya.
Harga Skrap Aluminium Impor Terus Pulih
Pasar skrap aluminium impor China semakin menguat minggu ini.
Penilaian SMM menunjukkan skrap aluminium cacah impor (Pelabuhan Ningbo) naik menjadi RMB 21.970/ton, sementara Pelabuhan Tianjin meningkat menjadi RMB 22.020/ton, dengan kedua pasar naik RMB 500/ton dari awal pekan.
Didukung oleh harga aluminium domestik yang lebih kuat, keekonomian impor meningkat dan permintaan dari pedagang menjadi lebih aktif. Menurut umpan balik pasar, beberapa kargo skrap aluminium impor baru-baru ini telah disepakati dan diharapkan tiba di China pada pertengahan Agustus, menunjukkan bahwa beberapa pelaku pasar mulai memanfaatkan peluang impor yang membaik.
Meskipun demikian, konsumen hilir tetap membeli terutama berdasarkan kebutuhan mendesak, dan penimbunan stok dalam skala besar belum terjadi. Pelaku pasar akan memantau dengan cermat kedatangan aktual dan konsumsi hilir dalam beberapa minggu mendatang.
Prospek Pasar
SMM memperkirakan pasar aluminium sekunder Asia Tenggara akan tetap bergerak dalam rentang terbatas dalam jangka pendek.
Grade skrap aluminium premium diperkirakan akan tetap relatif tangguh karena ketersediaan terbatas, sementara harga ADC12 kemungkinan akan tetap tertekan oleh permintaan hilir yang lesu. Di China, kedatangan kargo skrap impor pada pertengahan Agustus dapat meningkatkan pasokan spot, meskipun pemulihan pasar secara keseluruhan akan terus bergantung pada konsumsi hilir.
Ke depannya, pelaku pasar akan memantau dengan cermat harga aluminium LME, ketersediaan skrap global, arbitrase impor China, serta permintaan dari sektor otomotif dan die-casting, yang semuanya diperkirakan akan tetap menjadi pendorong utama penetapan harga dan arus perdagangan regional.



