[Uni Eropa mengusulkan bea anti-dumping 5,6-28% untuk impor CRC dari lima negara]
Komisi Eropa telah mengusulkan bea anti-dumping definitif sebesar 5,6–28% atas impor gulungan canai dingin (CRC) tertentu dari India, Jepang, Taiwan, Turkiye, dan Vietnam, dengan kesimpulan bahwa impor dumping tersebut menyebabkan kerugian material bagi produsen UE. Eksportir India termasuk JSW Steel dan Tata Steel India kemungkinan akan dikenakan bea sebesar 9,5%, sementara pemasok Jepang berpotensi menghadapi tarif tertinggi yaitu 28%, dan China Steel serta Chung Hung Steel dari Taiwan mungkin akan dikenakan 20,7%. Eksportir Vietnam termasuk POSCO Vietnam, China Steel & Nippon Steel Vietnam, dan Hoa Sen Group diusulkan dikenakan bea sebesar 16%. Langkah yang diusulkan ini menyusul investigasi yang mencakup periode Juli 2024–Juni 2025, di mana impor dari kelima negara tersebut naik 28% dari tahun 2022 menjadi sekitar 1,69 juta metrik ton, dengan pangsa gabungan mereka di pasar bebas UE meningkat dari 16% menjadi 23%. Komisi menyatakan impor dengan harga lebih rendah menekan harga, pangsa pasar, dan profitabilitas produsen UE. Bea tersebut diperkirakan baru berlaku setelah peraturan final berkekuatan hukum, tanpa pungutan retroaktif. Jika diterapkan, langkah-langkah ini dapat semakin membatasi aliran CRC ke UE dan mengubah pola sumber pasok, terutama bila digabungkan dengan kuota safeguard yang ada dan hambatan perdagangan lainnya.