[SMM Express] Para peneliti telah mengidentifikasi bahwa pengotor paladium dalam jumlah renik, bukan platina itu sendiri, mungkin bertanggung jawab atas aktivitas katalitik tinggi yang diamati di beberapa sistem berbasis platina, menggarisbawahi pentingnya identifikasi PGM yang akurat dalam pengembangan katalis.
Studi “Pitfalls in Platinum Catalysis..” menyelidiki katalis platina yang digunakan dalam reaksi karbonilasi penting. Melalui analisis inductively coupled plasma (ICP) dan eksperimen terkontrol dengan platina ultramurni, peneliti menemukan bahwa kontaminasi paladium pada kadar serendah 10 bagian per juta (ppm) sudah cukup memicu transformasi yang ditargetkan, sementara platina murni menunjukkan efisiensi katalitik yang jauh lebih rendah.
Temuan ini menantang asumsi sebelumnya tentang peran platina dalam reaksi tersebut dan menyoroti perlunya verifikasi kemurnian logam secara ketat saat mengevaluasi katalis logam mulia. Katalis berbasis paladium tetap banyak digunakan dalam proses karbonilasi industri, termasuk produksi metil propionat untuk aplikasi polimer metakrilat, karena aktivitas dan selektivitasnya yang tinggi.
Studi ini tidak menunjukkan perubahan langsung pada fundamental pasar platina atau paladium. Namun, studi ini memperkuat kapabilitas katalitik paladium yang signifikan dan dapat memengaruhi riset mendatang mengenai optimasi katalis PGM. Seiring industri terus mencari alternatif hemat biaya dan efisien mengingat volatilitas harga paladium, pemahaman tentang kinerja platina dan paladium dapat memengaruhi strategi pemilihan katalis jangka panjang.

![[SMM Logam Mulia Ekspres]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/nQsOk20251217171736.jpg)

![[SMM Logam Mulia Ekspres]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/JYbQQ20251217171736.jpg)
