【SMM Nickel Berita Kilat】Indonesia Akan Memasukkan Faktor Royalti dalam Evaluasi RKAB, Penambang dengan Royalti Lebih Tinggi Dapat Diprioritaskan.

Telah Terbit: Aug 4, 2026 11:39
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa kontribusi royalti yang dibayarkan oleh perusahaan akan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam evaluasi persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya Pertambangan (RKAB). Bahlil menyatakan pada 3 Agustus: "Jika beberapa perusahaan membayar royalti lebih tinggi sementara yang lain lebih rendah, siapa yang harus diprioritaskan? Tentu saja, saya harus memprioritaskan yang membayar royalti lebih tinggi." Kebijakan ini berarti kontribusi perusahaan pertambangan terhadap pendapatan negara dapat menjadi faktor evaluasi tambahan dalam alokasi kuota RKAB di masa mendatang. Selain kapasitas produksi, kondisi pasar, dan permintaan industri hilir domestik, kontribusi royalti juga dapat memengaruhi prioritas persetujuan. Saat ini, pemerintah Indonesia masih meninjau permohonan RKAB yang diajukan oleh perusahaan pertambangan, dan akan menentukan skala kuota produksi tambahan berdasarkan penawaran dan permintaan pasar. Alokasi kuota final belum diumumkan, dan data terkait masih dalam perhitungan. SMM berpendapat bahwa dimasukkannya kontribusi royalti dalam kriteria evaluasi RKAB dapat menyebabkan persetujuan kuota yang lebih selektif di masa mendatang, dengan memprioritaskan perusahaan pertambangan yang memiliki kontribusi lebih tinggi terhadap pendapatan negara. Kami akan terus memantau implementasi spesifik kriteria ini dan dampak potensialnya terhadap alokasi pasokan bijih nikel Indonesia di masa depan.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia, Bahlil Lahada - Shanghai Metals Market (SMM)