EcoPro BM mengungkapkan pada 31 Juli bahwa pendapatan konsolidasi untuk Q2 mencapai KRW 576,7 miliar, dengan laba operasi sebesar KRW 18 miliar. Angka tersebut masing-masing turun 26% dan 63,2% YoY.
Perusahaan menyatakan pendapatan dan laba operasi sedikit menurun QoQ akibat berkurangnya volume kendaraan listrik (EV) di Eropa dan Amerika Utara. Namun, permintaan non-EV yang meningkat, termasuk fasilitas produksi semikonduktor terkait AI dan perkakas listrik, turut menopang kinerja.



