Komisi Administrasi Perdagangan Internasional Afrika Selatan (ITAC) mengusulkan perluasan kerangka insentif otomotif negara tersebut untuk mencakup mineral yang digunakan dalam pembuatan baterai kendaraan listrik, guna mendukung lokalisasi yang lebih dalam pada rantai pasok otomotif dan bahan baterai domestik. Di bawah usulan ini, daftar bahan standar yang memenuhi syarat yang ada termasuk aluminium, baja, dan logam golongan platina akan diperluas hingga mencakup litium, grafit, kobalt, tembaga, besi, dan logam tanah jarang. Bahan yang memenuhi syarat harus berasal dari negara anggota Uni Bea Cukai Afrika Selatan (SACU) atau Komunitas Pembangunan Afrika Selatan (SADC).
Kerangka kerja yang diusulkan akan mengakui 50% dari nilai bahan baterai EV yang memenuhi syarat sebagai konten lokal, yang berpotensi meningkatkan kelayakan produsen untuk insentif sektor otomotif. Kebijakan ini sejalan dengan Rencana Induk Otomotif Afrika Selatan 2035, yang bertujuan meningkatkan produksi kendaraan, konten lokal, dan investasi seiring transisi industri menuju mobilitas listrik. Para pemangku kepentingan diberi waktu empat minggu sejak tanggal pemberitahuan untuk menyampaikan tanggapan, yang berarti cakupan akhir dan jadwal implementasi masih bergantung pada proses konsultasi.
Komentar SMM: Usulan ini merupakan pendekatan sisi permintaan untuk mengembangkan rantai pasok baterai Afrika, yang kontras dengan kebijakan sisi pasokan Zimbabwe yang membatasi ekspor konsentrat untuk mendorong pemrosesan dalam negeri. Jika diterapkan, Afrika Selatan dapat muncul sebagai pusat pemrosesan atau manufaktur bahan baterai regional yang memperoleh bahan baku dari produsen SADC sekitar, termasuk Zimbabwe dan Namibia.
Namun, dampak jangka pendek terhadap aliran perdagangan litium regional kemungkinan terbatas. Aset litium utama Zimbabwe termasuk Arcadia, Bikita, dan Sabi Star dikuasai oleh perusahaan-perusahaan Tiongkok dengan pengaturan pemrosesan dan offtake yang terkait dengan Tiongkok. Masih belum jelas apakah konsentrat spodumen akan langsung memenuhi syarat sebagai bahan baterai yang memenuhi syarat atau apakah konversi lebih lanjut menjadi litium sulfat, karbonat, atau hidroksida akan diperlukan. Oleh karena itu, peraturan akhir harus dipantau bersamaan dengan batas waktu ekspor konsentrat litium yang direncanakan Zimbabwe pada Januari 2027, karena kedua kebijakan ini dapat memengaruhi investasi dan aliran perdagangan masa depan di kawasan Afrika Selatan.
![[SMM Tinjauan Mingguan] Pasar daur ulang hidrometalurgi minggu ini: harga kobalt terus menurun, perdagangan daur ulang hidrometalurgi lesu, 27-30 Juli 2026](https://imgqn.smm.cn/usercenter/GVVKq20251217171728.jpg)
![[Yongshan Lithium Berencana Menghimpun Dana hingga RMB500 Juta melalui Penempatan Swasta Saham A]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/IpglC20251217171727.jpg)
![[Pret Akan Berinvestasi 500 Juta Yuan untuk Meningkatkan Lini Produksi Baterai Canggih Bentuk Besar]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/AYpRQ20251217171727.jpg)
