Rusia secara resmi mencabut larangan pengangkutan kereta api terhadap sulfur asal Kazakhstan yang transit melalui wilayah Rusia untuk diekspor.
Badan Federal Transportasi Kereta Api (Roszheldor) memberlakukan larangan tersebut pada 24 Mei 2026, menangguhkan pengiriman sulfur Kazakhstan ke pelabuhan laut dan pos pemeriksaan perkeretaapian Rusia. Pembatasan ini memaksa eksportir mengalihkan jalur pengiriman melalui koridor alternatif, dengan biaya logistik untuk sulfur dari Tengiz dan Kashagan meningkat kira-kira dua kali lipat melalui pelabuhan Batumi, menurut sumber.
Perintah pencabutan ditandatangani pada 24 Juli 2026, menyusul instruksi dari Wakil Perdana Menteri Pertama Denis Manturov. Russian Railways (RZD) telah memberitahu anak perusahaannya untuk kembali menerima gerbong kereta pengangkut sulfur Kazakhstan, dengan pengiriman diarahkan ke stasiun pelabuhan di jalur kereta Oktyabrskaya, Severnaya, Kaliningradskaya, Severo-Kavkazskaya, Privolzhskaya, dan Dalnevostochnaya.
Kazakhstan merupakan produsen dan pengekspor utama sulfur, dengan ekspor tahunan melebihi 4 juta ton, yang sebagian besar secara tradisional dikirim melalui pelabuhan Rusia. Pencabutan larangan ini diharapkan dapat memulihkan jalur ekspor normal bagi sulfur Kazakhstan.




