Harga Skrap Aluminium Asia Tenggara Pulih
Pasar skrap aluminium Asia Tenggara pulih minggu ini. Penilaian SMM menunjukkan Malaysia Tense naik USD 100/mt menjadi USD 2.700/mt, Talon meningkat MYR 500/mt menjadi MYR 14.250/mt, dan UBC naik MYR 325/mt menjadi MYR 9.950/mt. Di Thailand, Talon dan UBC masing-masing naik menjadi THB 110.000/mt dan THB 82.000/mt.
Pelaku pasar mencatat bahwa meskipun harga aluminium LME turun selama sepekan, sebagian besar pemasok mempertahankan kuotasi stabil alih-alih mengikuti penurunan pasar berjangka. Ketersediaan skrap yang terbatas dan berkurangnya kesediaan untuk menjual dengan harga lebih rendah terus memberikan dukungan bagi harga skrap regional.
Aktivitas perdagangan sedikit membaik dibandingkan minggu-minggu sebelumnya, tetapi transaksi sebagian besar tetap didorong oleh kebutuhan pengadaan segera. Permintaan secara keseluruhan belum menunjukkan pemulihan yang berarti, membuat pelaku pasar bersikap hati-hati terhadap prospek jangka pendek.
ADC12 Melemah Lebih Lanjut karena Pasar Bahan Baku dan Paduan Menyimpang
Berbeda dengan kekuatan yang terlihat pada harga skrap, pasar ADC12 Asia Tenggara tetap berada di bawah tekanan.
Harga domestik ADC12 Malaysia turun dari MYR 12,85/kg menjadi MYR 12,65/kg, sementara penilaian FOB Malaysia turun dari USD 3.120/mt menjadi USD 3.100/mt. Harga domestik ADC12 Thailand juga turun tipis dari THB 104,5/kg menjadi THB 104/kg.
Sebagian besar produsen mempertahankan kuotasi tidak berubah, meskipun beberapa menyesuaikan penawaran ke sekitar USD 3.060/mt dan THB 103,5/kg untuk lebih mencerminkan tingkat transaksi saat ini. Pelaku pasar melaporkan bahwa permintaan hilir hanya sedikit membaik, dengan pesanan baru tetap terbatas dan pembelian terutama didasarkan pada kebutuhan produksi segera.
Sementara itu, aktivitas perdagangan di pasar India juga melambat dibandingkan minggu-minggu sebelumnya. Meskipun transaksi spot masih dilaporkan, pembeli tetap sangat sensitif terhadap harga dan terus memilih penawaran yang lebih kompetitif.
Perbedaan antara kenaikan harga skrap dan pelemahan harga ADC12 menjadi lebih jelas minggu ini, menunjukkan bahwa permintaan hilir pulih lebih lambat daripada biaya bahan baku, sehingga semakin menekan margin produsen aluminium sekunder.
Kebijakan Pasal 232 Menarik Perhatian Pasar
Di luar pergerakan harga, pelaku pasar luar negeri semakin berfokus pada perkembangan terbaru seputar kebijakan Pasal 232 AS.
Menurut umpan balik pasar, banyak pelaku industri yang memantau dengan cermat apakah perubahan kebijakan di masa depan dapat semakin memperkuat retensi skrap domestik di Amerika Serikat. Jika ekspor skrap aluminium berkualitas tinggi berkurang, pasar Asia dapat menghadapi ketersediaan skrap yang lebih ketat, yang berpotensi memberikan dukungan bagi harga skrap regional.
Namun, prospek kebijakan tetap tidak pasti, dan sejauh ini tidak ada perubahan signifikan dalam arus perdagangan global yang teramati. Pelaku pasar akan terus memantau perkembangan kebijakan dan rincian implementasinya dengan cermat.
Prospek
Pasar aluminium sekunder Asia Tenggara menunjukkan perbedaan yang jelas minggu ini, dengan harga skrap aluminium pulih sementara harga ADC12 tetap tertekan. Pasokan bahan baku yang ketat terus mendukung harga skrap, sedangkan permintaan hilir yang lemah membatasi pemulihan harga paduan sekunder.
Ke depannya, perhatian pasar diperkirakan akan semakin berfokus pada perkembangan kebijakan daripada fluktuasi harga jangka pendek. Implementasi kebijakan Pasal 232 AS, bersama dengan laju pemulihan permintaan hilir, akan tetap menjadi faktor kunci yang memengaruhi pasar aluminium sekunder regional dalam beberapa minggu mendatang. Harga jangka pendek diperkirakan akan tetap terikat pada kisaran tertentu di tengah sentimen pasar yang hati-hati.
![Tingkat operasi pemrosesan aluminium turun 0,2 poin persentase menjadi 61,1% minggu ini, efek di luar musim semakin dalam dan berlanjut [Survei Mingguan Pemrosesan Aluminium SMM].](https://imgqn.smm.cn/usercenter/NQyKF20251217171655.jpg)


