EcoPro mengumumkan pada 23 Juli bahwa mereka mengadakan upacara serah terima autoklaf pada 22 Juli di lokasi pembangunan smelter BNSI di Sulawesi, Indonesia.
Smelter BNSI, dengan kapasitas tahunan 90.000 ton, akan dilengkapi tiga autoklaf, masing-masing berkapasitas 30.000 ton. Dua autoklaf telah dikirim, sementara satu lagi dijadwalkan tiba pada bulan September.
Nikel yang diproduksi di lokasi tersebut akan diklasifikasikan sebagai bahan baku Non-FEOC yang dapat mematuhi regulasi Foreign Entity of Concern (FEOC). Melanjutkan proyek IMIP yang sudah ada, EcoPro akan mengamankan hak offtake nikel sebesar total 65.000 ton melalui investasi ini.
![[SMM Analysis] China’s Sulphuric Acid Production and Sulphur/Sulphuric Acid Imports & Exports in H1 2026 — Based on Data from National Bureau of Statistics (NBS) and Customs](https://imgqn.smm.cn/usercenter/eThpo20251217171723.jpeg)


