Pada Juni 2026, impor nikel murni Tiongkok mencapai 25.691 ton, turun 15% secara bulanan dan naik 51% secara tahunan; ekspor sebesar 1.811 ton, turun 82% secara bulanan dan turun 82% secara tahunan; impor bersih sebesar 23.879 ton, sehingga total impor bersih kumulatif sepanjang tahun ini mencapai 137.000 ton.
Di sisi impor, Rusia dan Indonesia merupakan pemasok utama. Impor nikel murni dari Rusia mencapai 7.048,77 ton, menyumbang 27,44% dari total impor dan menempati peringkat pertama; impor nikel murni Indonesia mencapai 6.734,48 ton, dengan kontribusi 26,21%. Pasokan tambahan berasal dari Norwegia (2.366,40 ton, 9,21%), Afrika Selatan (1.375,00 ton, 5,35%), Jepang (969,71 ton), dan Australia (900 ton), yang sebagian besar merupakan pengiriman kontrak jangka panjang untuk memenuhi permintaan kaku dari sektor paduan khusus dan manufaktur presisi di hilir.
Di sisi ekspor, Belanda menjadi tujuan terbesar, dengan ekspor sebesar 705,29 ton yang menyumbang 38,94% dari total ekspor, terutama didorong oleh permintaan pengiriman dan transit pergudangan di Eropa. Di antara negara-negara Asia tetangga, India (501,20 ton, 27,67%) dan Singapura (401,24 ton, 22,15%) masing-masing menduduki peringkat kedua dan ketiga. Secara keseluruhan, tiga tujuan teratas ini menyumbang hampir 89% dari total ekspor.
![[Berita Kilat SMM] Kawasan Industri Besar Indonesia Menerbitkan Tender Bijih Nikel Filipina Terbaru](https://imgqn.smm.cn/usercenter/yUOUz20251217171732.jpg)

![[SMM Flash] Ringkasan Perdagangan Belerang & Asam Sulfat Tiongkok Juni 2026](https://imgqn.smm.cn/usercenter/CaLPF20251217171713.jpg)
