Harga Iridium Didukung Pasokan Ketat dan Meningkatnya Permintaan Energi Bersih
Harga iridium saat ini ditopang oleh pasokan yang ketat secara struktural dan meningkatnya permintaan dari sektor energi bersih, meskipun ada upaya berkelanjutan untuk mengurangi intensitas material melalui daur ulang dan optimalisasi katalis. Harga logam ini terus dipengaruhi oleh produksi primer yang terbatas, yang secara umum stabil sekitar 7 ton per tahun dalam beberapa tahun terakhir karena iridium dihasilkan semata-mata sebagai produk sampingan dari penambangan platina dan paladium.
Pasokan tetap sangat terkonsentrasi, dengan Afrika Selatan menyumbang lebih dari 80% produksi iridium olahan global, membuat pasar rentan terhadap gangguan produksi dan risiko geopolitik. Sementara itu, permintaan terus menguat, didorong oleh perluasan penggunaan elektroliser membran penukar proton (PEM) untuk produksi hidrogen hijau, serta pertumbuhan penggunaan dalam katalis elektrokimia canggih, elektronik, dan aplikasi industri khusus.
Untuk mengatasi kendala pasokan yang terus-menerus, produsen dan pengolah mempercepat investasi dalam daur ulang dan pemulihan siklus tertutup. Pasokan sekunder telah menjadi sumber iridium yang semakin penting, membantu meningkatkan ketahanan pasar sekaligus mengurangi ketergantungan pada penambangan primer. Meskipun penelitian penghematan katalis dan substitusi terus berlanjut, alternatif yang layak secara komersial masih terbatas, sehingga mendukung prospek harga iridium jangka menengah yang kuat.