Defisit pasokan dan beragam penggunaan industri platinum berpotensi meningkatkan nilainya pada siklus komoditas berikutnya.
[SMM Flash] Pasokan platinum yang terbatas dan aplikasi industrinya yang luas dapat memperkuat posisinya sebagai "logam bernilai" potensial pada siklus komoditas berikutnya. Dewan Investasi Platinum Dunia (WPIC) memperkirakan pasar platinum akan tetap mengalami defisit untuk tahun keempat berturut-turut pada tahun 2026, dengan permintaan diprediksi melebihi pasokan sekitar 297.000 oz. Cadangan di atas permukaan diperkirakan sekitar 1,75 juta oz, setara dengan kurang dari tiga bulan permintaan global. Pertumbuhan pasokan juga terbatas secara struktural, di mana produksi baru membutuhkan modal besar dan berpotensi memakan waktu 8–12 tahun untuk mencapai output penuh, membuat pasar rentan terhadap permintaan yang lebih kuat dan volatilitas harga.
Di luar aplikasi otomotif, permintaan platinum didukung oleh penggunaan industri termasuk teknologi hidrogen, sel bahan bakar, dan elektroliser, sementara permintaan investasi juga semakin kuat. Permintaan batangan fisik dan koin diperkirakan mencapai sekitar 718.000 oz pada tahun 2026, rekor tertinggi dalam enam tahun, menurut WPIC. Namun, platinum tetap terpapar risiko termasuk melemahnya aktivitas industri global, penurunan permintaan otomotif akibat transisi ke kendaraan listrik baterai, peningkatan daur ulang pada harga yang lebih tinggi, dan potensi pengambilan keuntungan investor. Kombinasi dari keterbatasan pasokan, permintaan industri, dan minat investasi yang kembali dapat mendukung valuasi platinum yang lebih tinggi, meskipun prospek harganya tetap sensitif terhadap kondisi ekonomi dan pasar.