Pada 10 Juli, harga rata-rata nikel sulfat kelas baterai SMM menurun.
Sisi biaya, pelaksanaan langkah pengendalian NPI Indonesia kemarin, ditambah dengan pulihnya sentimen makro, mendorong kenaikan harga nikel, sementara biaya produksi spot nikel sulfat terkonsolidasi di level rendah. Sisi pasokan, ketatnya pasokan produk antara tetap tidak berubah, utang MHP serta harga bahan bantu seperti asam sulfat tetap tinggi, beberapa smelter garam nikel memiliki ekspektasi pemangkasan produksi, namun sebagian perusahaan melepas persediaan berbiaya rendah. Sisi permintaan, karena harga nikel anjlok tajam secara bulanan dan beberapa perusahaan hilir mengakumulasi persediaan tertentu, sentimen penimbunan hilir lemah, dan penerimaan terhadap harga garam nikel relatif rendah. Hari ini, Faktor Sentimen Keinginan Menjual dari smelter garam nikel hulu berada di 1,8, Faktor Sentimen Pembelian dari pabrik prekursor hilir sebesar 2,5, serta faktor sentimen untuk perusahaan terintegrasi di 2,4 (data historis dapat diakses di basis data).
Ke depan, periode penimbunan di bulan Juli diperkirakan akan bergeser ke paruh kedua bulan ini, dan perlu dicermati dampak harga nikel dan produk antara terhadap dukungan biaya.
[Untuk konten lebih lanjut, berlangganan produk SMM Nickel Research Group: “China Nickel, Chrome, and Stainless Steel Industry Chain Regular Report” dan “China Nickel, Chrome, and Stainless Steel Industry Chain High-End Report” untuk mendapatkan analisis data dan interpretasi pasar terkini mengenai bijih nikel, NPI (China + Indonesia), nikel rafinasi, nikel sulfat, bijih krom, ferokrom, dan baja tahan karat (China + Indonesia)! ]



