[Thailand Memperpanjang Bea Antidumping hingga 36,79 Persen atas Wire Rod China Selama Lima Tahun]

Telah Terbit: Jul 7, 2026 13:40
Komite Dumping dan Subsidi Thailand secara resmi memperpanjang bea masuk antidumping (AD) atas impor batang kawat baja paduan karbon tinggi tertentu dari Tiongkok untuk periode lima tahun tambahan. Produk tersebut akan tetap dikenai bea masuk antidumping berkisar dari 12,26% hingga 36,79%, meskipun impor untuk manufaktur berorientasi ekspor dan gudang berikat tetap dibebaskan. Perpanjangan lima tahun dari bea masuk tinggi ini akan terus membatasi volume batang kawat Tiongkok yang memasuki pasar Thailand, memperketat pasokan regional bagi sektor yang tidak dibebaskan sembari melindungi industri dalam negeri Thailand dari pemotongan harga dan menstabilkan keseimbangan pasar lokal.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Futures and Spot Prices Moved Sideways Intraday, Overall Transactions Were Underwhelming
5 menit yang lalu
Futures and Spot Prices Moved Sideways Intraday, Overall Transactions Were Underwhelming
Baca Selengkapnya
Futures and Spot Prices Moved Sideways Intraday, Overall Transactions Were Underwhelming
Futures and Spot Prices Moved Sideways Intraday, Overall Transactions Were Underwhelming
HRC futures closed at 3,283 today, down 0.21% for the day. In the spot market, cold and hot rolled prices remained largely stable. According to SMM data, steel mill profits have quickly shrunk recently. At the same time, pressure to take orders increased significantly during the off-season, leading some mills to plan new maintenance and production cuts. The combined impact has resulted in a MoM decline in the daily average HRC production schedule for July. Demand side, Q2 remains a domestic off-season, with muted downstream purchases and market transactions. Inventory pressure is expected to keep rising, and the supply-demand imbalance will gradually accumulate. HRC’s own supply-demand pattern offers limited support for prices. Overall, the supply-demand imbalance for HRC is gradually accumulating in July. Cost side, the difficulty for further short-term price increases intensifies. Considering that macro expectations and changes in external imbalances can provide limited stimulus to steel prices, short-term HRC prices are expected to continue consolidating near the bottom.
5 menit yang lalu
Laporan Harian Bijih Besi MMi (7 Juli)
9 menit yang lalu
Laporan Harian Bijih Besi MMi (7 Juli)
Baca Selengkapnya
Laporan Harian Bijih Besi MMi (7 Juli)
Laporan Harian Bijih Besi MMi (7 Juli)
Hari ini, pergerakan harga bijih besi di bursa DCE cenderung lemah. Kontrak I2609 akhirnya ditutup pada 735,5 yuan per ton, turun 0,47% dari hari perdagangan sebelumnya. Harga spot di pelabuhan turun sekitar 1-2 yuan per ton dibandingkan hari sebelumnya. Antusiasme pedagang dalam memberikan penawaran biasa saja, pabrik baja sebagian besar mengisi kembali stok sesuai kebutuhan, dan hingga saat ini volume transaksi spot terbilang moderat.
9 menit yang lalu
[Baja SMM]
24 menit yang lalu
[Baja SMM]
Baca Selengkapnya
[Baja SMM]
[Baja SMM]
[Lembaran & Pelat] Hari ini, harga ekspor HRC dan lembaran & pelat lainnya tetap stabil dari hari ke hari, dengan harga transaksi HRC di $489-497/ton. Dilaporkan bahwa sebuah pabrik baja di utara menyelesaikan transaksi slab ke Indonesia minggu lalu, dengan harga transaksi turun signifikan dari sebelumnya, menjadi hanya $473/ton.
24 menit yang lalu