[SMM Aluminum Flash News] Ketidakpastian di Selat Hormuz Terus Menekan Rantai Pasokan Aluminium Global
Ketidakpastian pengiriman melalui Selat Hormuz terus berlanjut karena pernyataan yang saling bertentangan dari Iran dan AS mengaburkan status operasional jalur air tersebut. Lalu lintas kapal turun menjadi hanya 12 transit pada 21 Juni dari 35 hari sebelumnya, dengan sejumlah kapal mematikan sistem pelacakan AIS di tengah kekhawatiran keamanan. Sekitar 500 kapal, termasuk 220 kapal tanker minyak, masih terdampar di Teluk Persia, dan pemulihan pengiriman bisa memakan waktu berbulan-bulan. Karena selat ini menangani ekspor sekitar 5,5 juta ton aluminium primer GCC, gangguan yang berkelanjutan terus membebani rantai pasok aluminium global. Pelaku pasar juga tetap khawatir bahwa gangguan berkepanjangan pada pengiriman minyak mentah dan LNG dapat meningkatkan biaya energi, sehingga menambah tekanan produksi pada pabrik peleburan aluminium dan produsen hilir di seluruh dunia.