Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia telah resmi merilis Harga Mineral Acuan (HMA) untuk paruh pertama Juli 2026. HMA periode ini adalah sebagai berikut: harga nikel di US$17.593,33/ton, turun dari US$18.642,33/ton pada paruh kedua Juni 2026, atau penurunan sebesar US$1.049,00/ton (5,63%). Sementara itu, harga acuan untuk mineral lainnya adalah: kobalt di US$55.854,00/ton, bijih besi di US$1,51/ton, dan bijih kromit di US$6,37/ton.
Berdasarkan model perhitungan internal SMM, dengan simulasi untuk bijih pirometalurgi (20% Fe, 1% Cr, 0,05% Co) dan bijih hidrometalurgi (45% Fe, 2% Cr, 0,10% Co), harga patokan bijih nikel (HPM) untuk berbagai kadar telah berubah sebagai berikut:
Ni 1,2%: US$47,40/wmt (turun US$2,13)
Ni 1,3%: US$51,86/wmt (turun US$2,39)
Ni 1,4%: US$56,58/wmt (turun US$2,95)
Ni 1,5%: US$61,49/wmt (turun US$3,24)
Ni 1,6%: US$66,64/wmt (turun US$3,55)
![[Tinjauan Harian NPI] Efektivitas Biaya NPI Melemah, Pabrik Baja Dorong Harga Lebih Rendah, Tunggu dan Lihat](https://imgqn.smm.cn/usercenter/VstiG20251217171732.jpeg)


