Pada Konferensi Energi Rio de Janeiro tanggal 25 Juni, para panelis menyatakan bahwa tanpa dukungan langsung pemerintah, Brasil tidak akan memajukan sektor mineral kritisnya, mengingat kurangnya infrastruktur, teknologi, dan investasi jangka panjang di negara tersebut. Para analis mencatat bahwa mineral telah menjadi aset strategis yang esensial untuk menjamin kepemimpinan teknologi dan ketahanan energi, dan tidak boleh lagi dipandang sekadar sebagai komoditas ekstraktif. Mereka menambahkan bahwa kerangka hukum dan regulasi yang kuat sangat penting untuk memberikan prediktabilitas dan kepastian bagi investasi jangka panjang di industri ini.
Marcos Mesquita, Wakil Presiden Strategis distributor LPG Copa Energia, mengatakan bahwa sektor pertambangan harus fokus mendiversifikasi operasi ekstraksi ke berbagai mineral dan produk sampingannya untuk meningkatkan pendapatan. Mesquita menambahkan, Brasil sebaiknya tidak meniru China, karena dapat memanfaatkan sumber daya air yang melimpah dan pembangkit energi terbarukan yang dominan untuk membangun platform industri yang lebih berkelanjutan.
![[Analisis SMM] Zimbabwe Usulkan Penggunaan Sumber Daya Alam sebagai Jaminan untuk Membiayai Proyek Infrastruktur dengan Tiongkok](https://imgqn.smm.cn/usercenter/GVVKq20251217171728.jpg)
![[Analisis SMM] Premier African Minerals Menyampaikan Pembaruan Operasional dan Korporasi](https://imgqn.smm.cn/usercenter/mpqgn20251217171727.jpg)
![[Rongjie Energy Menandatangani Kesepakatan Pasokan Sel LFP 3 GWh dengan Lineage Power]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/MyEcZ20251217171727.jpg)
