Menurut statistik SMM, output alumina metalurgis luar negeri pada Juni 2026 turun sekitar 6,0% YoY dan 5,5% MoM. Gangguan sisi pasokan di pasar alumina luar negeri semakin terlihat dibandingkan Mei. Di satu sisi, dipengaruhi oleh ketegangan di Timur Tengah, jadwal produksi dan pengiriman di beberapa produsen belum pulih sepenuhnya. Di sisi lain, gangguan terkait cuaca dan masalah pasokan gas alam di Australia terus membebani output dan pengiriman alumina di sana.

Berdasarkan perusahaan dan wilayah, Alcoa menyatakan bahwa akibat dampak Siklon Narelle di Australia, pasokan LNG ke kilang alumina Pinjarra-nya di Australia Barat sempat terganggu. Akibatnya, perusahaan memperkirakan pengiriman alumina pada Q2 akan turun sekitar 120.000 mt dibandingkan Q1, sementara gangguan tersebut diperkirakan akan meningkatkan biaya produksi Q2 sekitar $30 juta. Selain itu, karena ketegangan di Timur Tengah, biaya bahan bakar di kilang alumina São Luís milik perusahaan di Brasil juga meningkat. Operasi alumina Alcoa di Australia Barat saat ini berada di bawah tekanan signifikan dari harga alumina yang lemah, penurunan kadar bauksit, dan naiknya biaya energi.
Di Eropa, risiko geopolitik terus meningkat. Selama putaran diskusi baru UE tentang sanksi terhadap Rusia pada Juni, ekspor alumina dari Aughinish Alumina di Irlandia ke Rusia masih dalam pengawasan. Laporan publik menunjukkan bahwa ekspor alumina untuk sementara tidak dimasukkan dalam paket sanksi UE terbaru. Namun, jika sanksi diperketat lebih lanjut, hal ini dapat memengaruhi aliran perdagangan alumina Eropa dan lanskap pasokan regional.
Memasuki Juni, dengan tibanya sejumlah kargo bauksit Malaysia, ketersediaan bahan baku di beberapa kilang alumina di Indonesia membaik, membuka ruang untuk pemulihan output selanjutnya. Namun, kebijakan kuota bauksit dan stabilitas logistik Indonesia masih perlu dipantau secara ketat.
Selain itu, Tajikistan dan Azerbaijan juga membahas kerja sama dalam pasokan alumina dan perdagangan produk aluminium pada Juni. Dalam skema yang diusulkan, Azerbaijan akan memasok alumina ke Tajikistan, sementara Tajikistan akan mengekspor produk aluminium ke Azerbaijan. Kerja sama ini diperkirakan akan berdampak terbatas pada output alumina luar negeri dalam jangka pendek, namun mencerminkan koordinasi rantai industri aluminium regional yang sedang berlangsung serta penyesuaian aliran perdagangan.
Melihat ke depan hingga Juli, pasokan alumina metalurgis luar negeri diperkirakan akan pulih, dengan output kemungkinan naik sekitar 4,5% MoM. Di satu sisi, kendala bahan baku di beberapa kilang alumina Indonesia telah mereda setelah tibanya kargo bauksit, dan output diharapkan pulih secara bertahap. Di sisi lain, gangguan terkait cuaca dan pasokan gas alam di Australia mereda secara marjinal, yang dapat mendukung pemulihan jadwal produksi dan pengiriman yang sebelumnya terdampak. Namun, risiko geopolitik di Timur Tengah, ketidakpastian sanksi UE terhadap Rusia, tekanan biaya energi di Australia, dan isu kuota bauksit Indonesia mungkin terus mengganggu pemulihan pasokan luar negeri. Secara keseluruhan, output alumina luar negeri diperkirakan akan sedikit pulih pada Juli, tetapi ketidakpastian sisi pasokan tetap relatif tinggi.

![Aluminum Fluoride Prices Consolidate Amid High Raw Material Costs and Weak Downstream Demand [SMM Analysis]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/kRRxA20251217171652.jpg)

