Anak perusahaan MSC akan berinvestasi hampir $1,4 miliar untuk saham di Pelabuhan Vizhinjam India.

Telah Terbit: Jun 30, 2026 18:36
Menurut pernyataan pada 30 Juni, Terminal Investment Limited (TiL), anak perusahaan Mediterranean Shipping Company (MSC), telah mencapai kesepakatan definitif dengan Adani Ports and Special Economic Zone Limited (APSEZ) untuk berinvestasi hampir $1,4 miliar guna mengakuisisi 49% saham di pelabuhan mega India, Pelabuhan Vizhinjam.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
[SMM Flash News] Coal India Akan Berinvestasi INR 19 Miliar dalam R&D pada FY2030
27 menit yang lalu
[SMM Flash News] Coal India Akan Berinvestasi INR 19 Miliar dalam R&D pada FY2030
Baca Selengkapnya
[SMM Flash News] Coal India Akan Berinvestasi INR 19 Miliar dalam R&D pada FY2030
[SMM Flash News] Coal India Akan Berinvestasi INR 19 Miliar dalam R&D pada FY2030
Coal India Ltd. (CIL) berencana menginvestasikan sekitar INR 19 miliar (₹1.900 crore) dalam riset dan pengembangan hingga FY2030 seiring percepatan inovasi teknologi dan upaya transisi energi. Pengeluaran R&D perusahaan meningkat empat kali lipat menjadi INR 2,45 miliar pada FY2025, didukung oleh pendirian Pusat Nasional Riset Batubara dan Energi (NaCCER). Saat ini, CIL memajukan 19 proyek R&D senilai INR 2,25 miliar dan bekerja sama dengan lembaga akademik terkemuka dalam teknologi batubara bersih, penangkapan karbon, mineral kritis, alih fungsi tambang, serta teknologi penambangan canggih guna memperkuat daya saing jangka panjangnya.
27 menit yang lalu
[SMM Berita Kilat] Holtec dan EDF Usulkan Empat SMR di Bekas Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara Inggris
30 menit yang lalu
[SMM Berita Kilat] Holtec dan EDF Usulkan Empat SMR di Bekas Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara Inggris
Baca Selengkapnya
[SMM Berita Kilat] Holtec dan EDF Usulkan Empat SMR di Bekas Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara Inggris
[SMM Berita Kilat] Holtec dan EDF Usulkan Empat SMR di Bekas Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara Inggris
Holtec International dan EDF Energy telah mengajukan proposal bersama kepada pemerintah Inggris untuk menggelar empat reaktor modular kecil SMR-300 di bekas pembangkit listrik tenaga batu bara Cottam di Nottinghamshire. Proyek ini bertujuan mengubah lahan eks bahan bakar fosil itu menjadi pusat energi nuklir baru, dengan setiap reaktor air bertekanan dirancang menghasilkan kapasitas listrik bersih sekitar 300 MW. Jika disetujui, ini akan menjadi rencana resmi pertama Inggris untuk mengalihfungsikan pembangkit listrik batu bara skala besar yang sudah dinonaktifkan menjadi reaktor nuklir modular kecil.
30 menit yang lalu
[SMM Flash News] Nickel 28 Laporkan Hasil Kuartal Pertama Fiskal 2027 yang Kuat berkat Kinerja Solid Tambang Ramu
33 menit yang lalu
[SMM Flash News] Nickel 28 Laporkan Hasil Kuartal Pertama Fiskal 2027 yang Kuat berkat Kinerja Solid Tambang Ramu
Baca Selengkapnya
[SMM Flash News] Nickel 28 Laporkan Hasil Kuartal Pertama Fiskal 2027 yang Kuat berkat Kinerja Solid Tambang Ramu
[SMM Flash News] Nickel 28 Laporkan Hasil Kuartal Pertama Fiskal 2027 yang Kuat berkat Kinerja Solid Tambang Ramu
Nickel 28 Capital melaporkan hasil kuartal fiskal pertama 2027 yang kuat, didorong oleh operasi stabil di proyek Nikel-Kobalt Ramu di Papua Nugini. Selama kuartal yang berakhir pada 30 April 2026, Ramu memproduksi 8.785 mt nikel terkandung dan 855 mt kobalt terkandung dalam MHP, sementara penjualan mencapai 8.632 mt nikel dan 838 mt kobalt. Biaya produksi bersih sebesar US$2,81 per pon nikel terkandung. Nickel 28 mencatat bagian laba operasi sebesar US$4,0 juta dari Ramu dan membukukan laba bersih US$2,1 juta, didukung oleh harga nikel dan kobalt yang menguntungkan, daya bayar yang kuat, serta biaya operasi yang relatif rendah.
33 menit yang lalu