EcoPro Amankan 39% Saham di Proyek Smelter Nikel Indonesia

Telah Terbit: Jun 30, 2026 16:14

EcoPro Group mengumumkan pada 30 Juni bahwa pihaknya telah mengamankan 39% saham dalam proyek pembangunan smelter BNSI di Kawasan Industri Hijau Internasional (IGIP), yang merupakan bagian dari investasi tahap kedua perusahaan di peleburan nikel Indonesia.

Hasilnya, EcoPro dan EcoPro BM berencana memimpin proyek peleburan nikel tersebut. Total investasi diperkirakan sekitar KRW 1,5 triliun.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
[SMM Nickel Flash News] Indonesia Fokus pada Proses RKAB Tambahan, Tidak Ada Sinyal Peningkatan Kuota Nikel Nasional
49 menit yang lalu
[SMM Nickel Flash News] Indonesia Fokus pada Proses RKAB Tambahan, Tidak Ada Sinyal Peningkatan Kuota Nikel Nasional
Baca Selengkapnya
[SMM Nickel Flash News] Indonesia Fokus pada Proses RKAB Tambahan, Tidak Ada Sinyal Peningkatan Kuota Nikel Nasional
[SMM Nickel Flash News] Indonesia Fokus pada Proses RKAB Tambahan, Tidak Ada Sinyal Peningkatan Kuota Nikel Nasional
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Komisi XII DPR hari ini memfokuskan pembahasan pada prosedur dan persyaratan pengajuan RKAB nikel 2026 tambahan, bukan mengumumkan peningkatan kuota tambang nikel nasional. Pengajuan kuota tambahan hanya dapat dilakukan pada 1–31 Juli 2026, dengan persetujuan dinilai secara kasus per kasus. Kuota tambang tambahan diharapkan diprioritaskan bagi penambang yang memiliki kapasitas smelter terintegrasi domestik, sementara volume akhir alokasi tambahan masih dalam kajian. Dampak Pasar: Pertemuan tersebut tidak memberikan indikasi adanya peningkatan kuota RKAB nikel 2026 secara nasional, sehingga spekulasi pasar tentang ekspansi kuota yang signifikan belum terkonfirmasi.
49 menit yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (30 Juni)
1 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (30 Juni)
Baca Selengkapnya
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (30 Juni)
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (30 Juni)
Tabel berikut menunjukkan pergerakan logam besi dan non-besi di SHFE dan DCE pada 30 Juni 2026.
1 jam yang lalu
[Kilas Baja Tahan Karat SMM] Yusco Taiwan (Tiongkok) Pertahankan Harga Baja Tahan Karat untuk Juli Tanpa Perubahan
1 jam yang lalu
[Kilas Baja Tahan Karat SMM] Yusco Taiwan (Tiongkok) Pertahankan Harga Baja Tahan Karat untuk Juli Tanpa Perubahan
Baca Selengkapnya
[Kilas Baja Tahan Karat SMM] Yusco Taiwan (Tiongkok) Pertahankan Harga Baja Tahan Karat untuk Juli Tanpa Perubahan
[Kilas Baja Tahan Karat SMM] Yusco Taiwan (Tiongkok) Pertahankan Harga Baja Tahan Karat untuk Juli Tanpa Perubahan
Yusco Taiwan memutuskan untuk memberlakukan harga flat untuk semua produk pada bulan Juli, menghentikan rentetan kenaikan harga berturut-turut, sebagai langkah mendukung distributor dalam mengamankan kontrak internasional di tengah harga pasar global yang relatif stabil. Dalam penyesuaian ini, harga untuk grade 304 dan 430 serta biaya tambahan 316L tetap tidak berubah. Perusahaan masih menghadapi biaya produksi tinggi akibat bahan baku mahal seperti pig iron nikel tinggi dan skrap baja tahan karat internasional, diperparah oleh pelemahan Dolar Taiwan Baru dan melonjaknya tarif angkutan global. Tekanan ini mengimbangi penurunan harga logam dasar baru-baru ini yang terjadi setelah keputusan Federal Reserve AS pertengahan bulan lalu untuk mempertahankan suku bunga, yang memperkuat dolar AS.
1 jam yang lalu