SMM Flash News: Merdeka Gold Resources Catat Pendapatan Perdana $2,6 Juta Saat Tambang Emas Pani Mulai Berproduksi Komersial

Telah Terbit: Jun 29, 2026 22:43
EMAS Indonesia melaporkan pendapatan pertamanya sebesar $2,6 juta pada kuartal pertama 2026 dari penjualan emas perdana pada bulan Maret, setelah dimulainya produksi komersial di Tambang Emas Pani miliknya di Gorontalo, sambil membukukan EBITDA negatif sebesar $1 juta dan rugi bersih sebesar $10,9 juta, yang disebutnya wajar mengingat tahap awal peningkatan produksi tambang dan biaya keuangan terkait pinjaman.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Futur aluminium mengalami sedikit koreksi, dan suasana perdagangan pasar terutama lesu [Tinjauan Tengah Hari Aluminium Spot SMM]
52 menit yang lalu
Futur aluminium mengalami sedikit koreksi, dan suasana perdagangan pasar terutama lesu [Tinjauan Tengah Hari Aluminium Spot SMM]
Baca Selengkapnya
Futur aluminium mengalami sedikit koreksi, dan suasana perdagangan pasar terutama lesu [Tinjauan Tengah Hari Aluminium Spot SMM]
Futur aluminium mengalami sedikit koreksi, dan suasana perdagangan pasar terutama lesu [Tinjauan Tengah Hari Aluminium Spot SMM]
52 menit yang lalu
[SMM Flash News] MIND ID Indonesia Menargetkan Pengurangan Emisi 2 Juta Ton CO2e pada 2030
1 jam yang lalu
[SMM Flash News] MIND ID Indonesia Menargetkan Pengurangan Emisi 2 Juta Ton CO2e pada 2030
Baca Selengkapnya
[SMM Flash News] MIND ID Indonesia Menargetkan Pengurangan Emisi 2 Juta Ton CO2e pada 2030
[SMM Flash News] MIND ID Indonesia Menargetkan Pengurangan Emisi 2 Juta Ton CO2e pada 2030
Perusahaan induk pertambangan negara Indonesia MIND ID menyatakan target pemangkasan emisi gas rumah kaca sebesar 15,5% atau sekitar dua juta ton setara CO2 pada 2030 untuk mendukung Kontribusi yang Ditetapkan Nasional kedua dan tujuan net-zero, dengan Kepala Divisi Keberlanjutan Binahidra Logiardi menegaskan target tersebut berlaku meski kebutuhan energi operasional diperkirakan hampir dua kali lipat (dari sekitar 149.000 menjadi 293.000 terajoule pada 2030) terdorong proyek hilirisasi termasuk perluasan tambang Kalimantan, ekosistem baterai EV Halmahera Timur, dan smelter baru, yang tanpa mitigasi akan melipatgandakan emisi; langkah mitigasi meliputi peningkatan campuran biodiesel dari B35 ke B40, peralihan dari solar ke LNG, optimalisasi penggunaan jaringan listrik, serta perluasan co-firing surya dan biomassa, dengan anak usaha Bukit Asam, INALUM, Indonesia Chemical Alumina, dan PT Timah telah mencatat penurunan emisi, serta rencana lebih luas mencakup offset karbon dan perdagangan karbon seiring dekarbonisasi menjadi kunci daya saing ekspor mineral Indonesia.
1 jam yang lalu
[SMM Flash News] Menteri Energi Indonesia Meresmikan Pabrik Mini LNG PT Sumber Aneka Gas di Jawa Timur
1 jam yang lalu
[SMM Flash News] Menteri Energi Indonesia Meresmikan Pabrik Mini LNG PT Sumber Aneka Gas di Jawa Timur
Baca Selengkapnya
[SMM Flash News] Menteri Energi Indonesia Meresmikan Pabrik Mini LNG PT Sumber Aneka Gas di Jawa Timur
[SMM Flash News] Menteri Energi Indonesia Meresmikan Pabrik Mini LNG PT Sumber Aneka Gas di Jawa Timur
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia Bahlil Lahadalia meresmikan Pabrik Mini LNG PT Sumber Aneka Gas (SAG) di Tuban, Jawa Timur, pada Kamis, 25 Juni 2026, untuk mendorong pemanfaatan gas alam bagi perekonomian nasional; proyek yang dimulai pada 2015 dan memasuki tahap komisioning pada 2026 ini memproduksi LNG, CNG, LPG, dan kondensat, dengan rencana produksi CO2 cair, serta mendapat pasokan gas hingga 2035 dari Lapangan Sumber yang dioperasikan PT Pertamina Hulu Energi Tuban East Java sebesar 15 MMSCFD, dengan Bahlil menyebutnya sebagai langkah nyata perusahaan dalam memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.
1 jam yang lalu
EMAS Indonesia melaporkan pendapatan pertamanya sebesar $2,6 juta pada - Shanghai Metals Market (SMM)