17 Juni 2026
Meskipun terjadi penurunan harga tajam sebesar 26 persen selama konflik Iran, Barclays percaya bahwa tren kenaikan jangka panjang untuk tetap utuh. Bank asal Inggris ini mengaitkan penurunan baru-baru ini dengan kekuatan pasar sementara, sementara pendorong harga struktural seperti inflasi dan pembelian bank sentral tetap bertahan.
Faktor Sementara Menutupi Peran Aset Aman
Antara Januari dan Juni, emas kehilangan nilainya secara besar-besaran—pola yang tidak biasa, karena krisis geopolitik biasanya meningkatkan permintaan akan aset aman. Namun, menurut Tim Riset Lintas-Aset Barclays, peran ini tertutupi oleh hambatan makroekonomi yang besar. Dolar AS yang kuat dan kenaikan suku bunga riil membebani logam mulia ini, karena pasar dengan cepat menghilangkan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed yang sebelumnya diantisipasi. Pada saat yang sama, reli di pasar saham—yang didorong oleh kenaikan sekitar 10 persen pada S&P 500—mengikat modal berisiko yang cukup besar.
Namun, menurut Barclays, faktor-faktor ini hanya menjelaskan sebagian dari penurunan harga. Momentum penurunan terbesar berasal dari pelepasan besar-besaran posisi emas berlever, yang semakin dipercepat oleh penjualan serentak oleh Rusia dan Turki. Investor didorong oleh imbal hasil yang lebih tinggi, menyebabkan aliran modal jangka pendek mendikte harga.
Pendorong Struktural Membenarkan Premi
Namun, para analis memandang hambatan ini sebagai sementara. Dengan meredanya ketegangan di Timur Tengah yang dapat diantisipasi, pendorong harga fundamental kemungkinan akan kembali memegang kendali. Ini termasuk tekanan inflasi yang persisten, ketidakpastian kebijakan moneter, dan diversifikasi cadangan mata uang pemerintah yang berkelanjutan. Barclays mengukur dampak ini dengan jelas: secara historis, setiap kenaikan satu poin persentase inflasi meningkatkan harga emas sekitar lima persen.
Bank tersebut saat ini memperkirakan nilai wajar logam mulia sebesar $4.150 per ons dan mengantisipasi pembalikan dalam waktu dekat. Ini bergantung pada kembalinya tren penurunan jangka panjang dolar AS dan bank sentral kembali melakukan pembelian emas yang berkelanjutan.
Proyeksi Dikonfirmasi: Pemenang di Sektor Pertambangan
Karenanya, Barclays tetap berpegang pada target harga ambisiusnya: Bank tersebut memperkirakan harga emas akan mencapai $4.791 per ons pada 2026, dan naik menjadi $4.900 pada akhir 2027. Namun, bank tersebut tidak mengesampingkan fluktuasi harga jangka pendek hingga tren akhirnya berbalik.
Menurut perkiraan analis, produsen emas mapan seperti Endeavour, Hochschild, Fresnillo, Newmont, dan Agnico Eagle kemungkinan besar akan paling diuntungkan dari skenario bullish ini. Pertanyaan kunci bagi sektor ini sekarang adalah apakah pemulihan harga emas yang diharapkan akan dengan cepat berubah menjadi margin laba yang lebih tinggi.
Sumber:



