[SMM Berita Kilat Aluminium] Perluasan LPG Berbasis Batu Bara Tiongkok Siap Mengubah Arus Perdagangan Domestik

Telah Terbit: Jun 9, 2026 14:27
Sektor LPG berbasis batu bara Tiongkok akan mengalami ekspansi pesat seiring dengan dimulainya gelombang proyek konversi batu bara menjadi olefin dan pencairan batu bara antara tahun 2026 dan 2028. Volume LPG berbasis batu bara yang dapat dipasarkan mencapai 1,8 juta ton pada tahun 2025, mencakup sekitar 7% dari pasokan LPG nasional. Didukung oleh keunggulan biaya yang signifikan, margin produksi berbasis batu bara melampaui rute berbasis minyak lebih dari RMB1.000 per ton. Mayoritas kapasitas baru akan terkonsentrasi di Xinjiang dan Mongolia Dalam, yang berpotensi mengubah arus perdagangan LPG domestik. Para analis memperkirakan pengiriman LPG dari Xinjiang selatan akan semakin bergerak menuju Tiongkok barat daya, menambah tekanan pasokan ke pasar-pasar seperti Chongqing dan Sichuan. Namun, dimulainya proyek Tarim Ethylene Tahap II diperkirakan akan meningkatkan konsumsi LPG lokal dan mengurangi risiko kelebihan pasokan regional.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Australia, Jepang, AS, Alcoa akan Kembangkan Fasilitas Galium di Kilang Alumina Wagerup
1 jam yang lalu
Australia, Jepang, AS, Alcoa akan Kembangkan Fasilitas Galium di Kilang Alumina Wagerup
Baca Selengkapnya
Australia, Jepang, AS, Alcoa akan Kembangkan Fasilitas Galium di Kilang Alumina Wagerup
Australia, Jepang, AS, Alcoa akan Kembangkan Fasilitas Galium di Kilang Alumina Wagerup
[SMM Aluminum Express News] Australia, Jepang, AS, dan Alcoa telah mencapai keputusan investasi final untuk mengembangkan fasilitas produksi galium di kilang alumina Wagerup milik Alcoa di Australia Barat. Proyek ini akan memulihkan galium dari proses Bayer yang sudah ada tanpa memerlukan penambangan bauksit tambahan, mendukung diversifikasi pasokan mineral kritis sekaligus menambah nilai pada operasi alumina kilang yang ada.
1 jam yang lalu
KEK Galang Batang Mengupayakan Perluasan 2.700 Hektare untuk Mendorong Investasi Pengolahan Alumina dan Mineral
1 jam yang lalu
KEK Galang Batang Mengupayakan Perluasan 2.700 Hektare untuk Mendorong Investasi Pengolahan Alumina dan Mineral
Baca Selengkapnya
KEK Galang Batang Mengupayakan Perluasan 2.700 Hektare untuk Mendorong Investasi Pengolahan Alumina dan Mineral
KEK Galang Batang Mengupayakan Perluasan 2.700 Hektare untuk Mendorong Investasi Pengolahan Alumina dan Mineral
[SMM Aluminum Express News] Menurut Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, KEK Galang Batang telah mengajukan perluasan seluas 2.700 hektar untuk menampung pertumbuhan investasi di industri alumina dan pengolahan mineral hilir. Perluasan ini bertujuan mendukung pengembangan industri yang berkelanjutan seiring dengan mendekati kapasitas investasi kawasan saat ini.
1 jam yang lalu
Rio Tinto Tingkatkan Produksi Aluminium Rendah Karbon lewat Ekspansi Smelter Arvida Senilai US$1,1 Miliar
2 jam yang lalu
Rio Tinto Tingkatkan Produksi Aluminium Rendah Karbon lewat Ekspansi Smelter Arvida Senilai US$1,1 Miliar
Baca Selengkapnya
Rio Tinto Tingkatkan Produksi Aluminium Rendah Karbon lewat Ekspansi Smelter Arvida Senilai US$1,1 Miliar
Rio Tinto Tingkatkan Produksi Aluminium Rendah Karbon lewat Ekspansi Smelter Arvida Senilai US$1,1 Miliar
[SMM Aluminum Express News] Rio Tinto meningkatkan produksi aluminium menyusul pengoperasian perluasan smelter AP60 di kompleks Arvida, Quebec, Kanada. Proyek senilai US$1,1 miliar (C$1,5 miliar) ini menambah kapasitas aluminium primer rendah karbon sebesar 160.000 ton per tahun melalui 96 pot AP60 baru, dengan produksi yang diperkirakan akan terus meningkat secara bertahap hingga tahun 2026. Perluasan ini memperkuat pasokan aluminium rendah karbon Rio Tinto untuk pasar otomotif, pengemasan, dan transisi energi, sekaligus meningkatkan total kapasitas produksi AP60 perusahaan.
2 jam yang lalu