[SMM Nickel Flash News] APNI Usulkan Penyangga 30 Juta Ton karena Permintaan Bijih Nikel Indonesia Melampaui RKAB
Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) merekomendasikan RKAB bijih nikel 2026 sebesar 270 juta wmt ditambah penyangga strategis 30 juta wmt, sehingga total potensial mencapai 300 juta wmt. Usulan ini bertujuan menjawab kebutuhan bahan baku yang meningkat dari kapasitas peleburan Indonesia yang terus berkembang. Pada kapasitas penuh, sekitar 80 smelter diperkirakan membutuhkan 315 juta wmt bijih nikel per tahun, yang menunjukkan potensi kesenjangan pasokan berdasarkan kuota saat ini. APNI juga memproyeksikan impor bijih nikel Filipina sebesar 15–25 juta wmt pada 2026, naik sekitar 67% YoY, untuk menambah pasokan domestik.